// <![CDATA[EVALUASI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANDUNG SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK YANG INKLUSIF TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS FISIK DAN SENSORIK]]> Yanti Budiyantini, Ir.,M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD VICKY SYACHPUTRA / 242019064 Penulis
Lebih dari 1 miliar orang mengalami kecacatan atau setara dengan sekitar 15% dari populasi dunia. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 11.7 menekankan pada penyediaan ruang terbuka publik yang aman, inklusif, dan mudah diakses, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak, lansia, dan penyandang disabilitas, pada tahun 2030. Alun-Alun Bandung merupakan salah satu kawasan yang dapat diakses publik, telah mengalami beberapa kali transformasi struktur fisik dan peruntukannya yang terakhir dilakukan pada tahun 2014 di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Kawasan alun-alun Kota Bandung sebagai ruang terbuka publik yang inklusif terhadap penyandang disabilitas fisik dan sensorik. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data melalui observasi di lapangan dan observasi partisipan penyandang disabilitas di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kawasan Alun-Alun Kota Bandung dalam perannya menjadi ruang terbuka publik skala kota belum bisa dikatakan inklusif bagi penyandang disabilitas fisik dan juga sensorik dikarenakan masih banyaknya sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh kawasan Alun-Alun Kota Bandung yang belum memenuhi persyaratan teknis dan juga setelah melibatkan penyandang disabilitas untuk mencoba sarana prasarana yang ada masih banyak sarana dan prasarana di kawasan Alun-Alun Kota Bandung yang sulit untuk digunakan atau dilewati bahkan tidak bisa diakses.