// <![CDATA[FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS RONGKOP KECAMATAN RONGKOP KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA]]> Dr. Ir. Rachmawati S. Dj, M. Env. Stud Dosen Pembimbing 1 Andina Maulida Dewi / 252017032 Penulis
Stunting adalah salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia di seluruh dunia. Stunting dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan gizi manusia. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) diketahui menjadi salah satu faktor risiko stunting. Kabupaten Gunungkidul menyumbang angka BBLR sebesar 9,96% dan Kecamatan Rongkop menyumbang angka BBLR sebesar 11,4%. Kecamatan Rongkop memiliki kasus balita stunting tertinggi dengan angka 241 balita pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rongkop tahun 2022. Sampel yang diambil berjumlah 90 balita usia 0-59 bulan dengan ibu balita sebagai responden, diambil dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan ratio prevalens. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara variabel Riwayat BBLR (p-value=0,001;RP>1,9), Riwayat Infeksi Balita (p-value=0,04;RP=1,5), Fasilitas Sanitasi (p-value=0,002;RP>1,9), Sumber Air Minum (pvalue= 0,001;RP>1,9) dan Kebiasaan Mencuci Tangan (p-value=0,001;RP>1,9) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rongkop, maka dilakukan desain ulang PAH berdasarkan PUPR, sehubungan dengan masyarakat yang menggunakan air hujan sebagai air minum.