// <![CDATA[STUDI KORELASI PARTIKULAT (PM10 DAN PM2,5) AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DI KOTA PALANGKARAYA DENGAN SATELIT AEROSOL OPTICAL DEPTH TAHUN 2018-2019]]> Dr. Eng. Didin A. Permadi S.T.,M.Eng. Dosen Pembimbing 1 SALSABILA PUTRI NADITA / 252018108 Penulis
Salah satu jenis pencemar udara adalah materi partikulat, Partikulat di udara dibagi berdasarkan ukurannya, yaitu PM2,5 dan PM10. AOD (Aerosol Optical Depth) merupakan nilai pelemahan radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi sebagai akibat adanya partikel aerosol di atmosfer. Massa aerosol di permukaan dipantau sebagai partikulat di mana massa aerosol digunakan untuk regulasi polusi udara. Analisis hubungan Aerosol Optical Depth (AOD) dan konsentrasi materi partikulat menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan AOD sebagai variabel bebas dan konsentrasi partikulat sebagai variabel terikat. Analisis dilakukan dengan menggunakan data rata-rata harian dan data rata-rata bulanan. Hubungan AOD dan materi partikulat yang paling baik adalah hubungan AOD dengan PM10 yaitu 0,78 dan hubungan AOD dengan PM2,5 adalah 0,92 dengan menggunakan rata-rata harian. Data satelit yang digunakan untuk data AOD adalah MODIS AOD dengan data produk yang digunakan adalah MCD19A2.006. Hubungan AOD dan materi partikulat dengan menggunakan rata-rata harian memiliki hubungan dan pengaruh yang baik. Faktor meteorologi kelembapan dan kecepatan angin berpengaruh untuk meningkatkan hubungan antara AOD dan materi partikulat.