// <![CDATA[PENGEMBANGAN OPSI PENURUNAN EMISI GAS PENCEMAR UDARA (NOx, CO, NMVOC, SO2) DARI KEGIATAN INDUSTRI DI PROVINSI DKI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVENTARISASI EMISI]]> Dr. Eng. Didin A. Permadi S.T.,M.Eng. Dosen Pembimbing 1 ERDIN ABDILLAH FAJAR / 252019071 Penulis
Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kualitas udara mengalami degradasi dan tercemar oleh beberapa zat, baik yang bersifat beracun maupun tidak beracun. Pencemaran udara sering terjadi di wilayah perkotaan padat penduduk dan daerah industri. Untuk melakukan pengelolaan kualitas udara dilakukan dengan inventarisasi emisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Atmospheric Brown Clouds Emission Inventory Manual (ABC-EIM). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan beban emisi total gas pencemar udara (NOx, CO, NMVOC, SO2) dari industri manufaktur di Provinsi DKI Jakarta. Industri manufaktur di Provinsi DKI Jakarta menghasilkan emisi dari 3 sumber, yaitu konsumsi bahan bakar, proses produksi, dan uji cerobong. Hasil penelitian didapat beban emisi total gas pencemar udara dari konsumsi bahan bakar: NOx = 1.311,01 Ton/Tahun (2019); 511 Ton/Tahun (2020); 334 Ton/Tahun (2021), CO = 248 Ton/Tahun (2019); 45 Ton/Tahun (2020); 24 Ton/Tahun (2021), NMVOC = 44,74 Ton/Tahun (2019); 11,25 Ton/Tahun (2020); 7,11 Ton/Tahun (2021); SO2 = 126,897 (2019); 35.014 (2020); 20.804 (2021). Beban emisi total dari uji cerobong: NOx = 245.659 Ton/Tahun (2021); 28.595 Ton/Tahun (2022), CO = 73,720 Ton/Tahun (2021); 57 Ton/Tahun (2022), NMVOC = 5.732 Ton/Tahun (2021); 574 Ton/Tahun (2022), SO2 = 116 Ton/Tahun (2021); 35 Ton/Tahun (2022). Beban emisi dari proses produksi: NOx = 2.631 Ton/Tahun (2020); CO = 165.171 Ton/Tahun (2020); NMVOC = 194 Ton/Tahun (2020); SO2 = 28.555 Ton/Tahun (2020). Penelitian ini menunjukkan pengelolaan kualitas udara dengan inventarisasi emisi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan profil wilayah persebaran emisi.