// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN KINERJA DAN KETERSEDIAAN POMPA AIR AC DAN DC SOLAR WATER PUMP MENGGUNAKAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA OFF-GRID PADA PENYEDIAAN AIR BERSIH]]> Syahrial, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Prof. Dr. Waluyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 SAEPUL HILMI / 112018091 Penulis
Motor induksi yang langsung dihidupkan tanpa menggunakan metode pengasutan akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh. Inverter standar yang umumnya digunakan untuk sistem PV tidak dioptimalkan untuk hal tersebut. Namun, melalui pendekatan rekayasa dengan memanfaatkan baterai sebagai elemen penyimpan energi, dapat mengatasi kendala-kendala tersebut. Sementara itu, pompa DC yang dapat dihubungkan langsung dengan PV menawarkan alternatif yang lebih langsung dan sederhana dan merespons langsung terhadap variasi intensitas cahaya matahari, serta mengurangi kebutuhan akan inverter kompleks. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait kinerja serta ekonomi masing-masing metode. Pengambilan data diambil setiap 30 menit, dimulai ketika PV mulai memproduksi energi listrik sampai dengan berhenti memproduksi energi listrik. Hasil 7 hari pengambilan data penelitian, perbandingan kinerja di sisi efisiensi pada sistem PLTS untuk beban pompa air AC lebih baik dimana efisiensi panel surya sebesar 12%, efisiensi SCC MPPT 95%, dan efisiensi inverter sebesar 85%, sedangkan pada sistem PLTS off-grid dengan beban pompa DC dimana PV langsung dihubungkan dengan beban memiliki efisiensi rata-rata 10%. PLTS off-grid dengan beban pompa AC menghasilkan 63.554 liter dengan rata-rata 9.079 liter dan untuk sistem PLTS off-grid dengan beban pompa DC menghasilkan 33.678 liter dengan rata-rata perhari menghasilkan 4.811 liter. Volume air yang dihasilkan pompa AC lebih besar dibandingkan yang dihasilkan pompa DC dengan hasil perbandingannya 1 : 0,53. Berdasarkan perhitungan PBP sistem PLTS beban pompa AC 15 tahun 10 bulan dan sistem PLTS beban pompa DC 12 tahun 4 Bulan. Dari hasil tersebut, keduanya layak secara ekonomi untuk dibangun karena cepatnya PBP dari waktu operasi sistem yang diperkirakan 25 tahun bekerja.