// <![CDATA[PERANCANGAN SENIOR LIVING DENGAN PENERAPAN PRINSIP WELLNESS ARCHITECTURE DI KABUPATEN BANDUNG]]> HANDARI PRAMUDIANANTA / 212019002 Penulis Dr. Nurtati Soewarno, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Laporan ini merupakan hasil dari perancangan yang mengeksplorasi tema Wellness Architecture dalam konteks desain arsitektur. Fokus utamanya adalah pada peran arsitektur menciptakan lingkungan yang berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia. Konsep Wellness Architecture bertujuan untuk mengintegrasikan elemen-elemen fisik, psikologis, dan sosial dalam rancangan ruang agar dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Perancangan ini berdasarkan analisis mendalam terhadap faktor-faktor penting yang mempengaruhi desain arsitektur wellness, seperti pencahayaan alami, kualitas udara dalam ruangan, akses terhadap alam, pemilihan material ramah lingkungan, serta pengaturan ruang yang mendukung gaya hidup sehat. Melalui pengumpulan data dari literatur terkini, studi kasus, studi ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana desain arsitektur dapat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan. Metodologi penelitian ini melibatkan pendekatan multidisiplin dan studi kasus untuk memperoleh wawasan yang komprehensif tentang konsep Wellness Architecture. Studi literatur menjadi landasan utama untuk memahami teori-teori yang berkaitan dengan desain arsitektur yang mendukung kesehatan. Selain itu, analisis mendalam dilakukan terhadap proyek arsitektur wellness yang telah berhasil diimplementasikan untuk menggali prinsip-prinsip desain yang dapat diadaptasi ke dalam konteks perancangan yang lebih luas. Survei lokasi juga menjadi bagian penting dari metodologi ini untuk memahami preferensi, kebutuhan, dan pengalaman mereka terhadap lingkungan yang mendukung kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi arsitek, perencana, dan pengembang properti dalam mengembangkan proyek-proyek arsitektur yang mengutamakan kesejahteraan penghuni. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan lansia pada perancangan senior living. Desain arsitektur yang memperhitungkan elemen-elemen kesehatan, seperti penyediaan akses cahaya alami yang cukup, udara bersih, ruang terbuka yang mengundang aktivitas fisik, serta integrasi unsur alam, memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup penghuninya. Hal ini menegaskan bahwa arsitektur bukan hanya sekadar bentuk fisik, tetapi juga memainkan peran sebagai pemersatu antara manusia, lingkungan, dan kesehatan. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan perlunya perhatian lebih dalam menerapkan prinsip Wellness Architecture dalam perancangan, guna menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan bagi lansia.