// <![CDATA[PERANCANGAN SENIOR LIVING DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULAR SUNDA DI LEMBANG, BANDUNG BARAT]]> Dr. Juarni Anita, S.T., M.Eng. Dosen Pembimbing 1 Noveryna Dwika Reztrie, S.T., M.Ars. Dosen Pembimbing 2 KAHFI AL IRSYAD / 212019041 Penulis
Lembang, sebuah wilayah yang terletak di Bandung, Jawa Barat, adalah salah satu lokasi yang mencerminkan dinamika perubahan sosial dan demografis di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, penduduknya semakin sejahtera dan memiliki harapan hidup yang lebih tinggi, yang saat ini mencapai sekitar 68,25 tahun di Indonesia. Senior Living Lembang merupakan tempat bagi para lansia yang datang untuk diurus segala keperluannya. Pada daerah sub-urban khususnya pada daerah Bandung Barat, Lembang perancangan hunian lansia akan semakin butuh dikarenakan banyak orang yang tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus semua keperluan yang dibutuhkan untuk orang tuanya. Pada hal ini menyebabkan kurangnya perhatian pada orang tua yang sudang lanjut usia. Konsep desain arsitektur yang digunakan terhadap senior living ini mempertimbangkan kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan. Pada senior living ini mempunyai empat bangunan yang terdiri dari bangunan penerima berfungsi sebagai pengunjung yang akan melakukan reservasi, terdapat juga klinik dan terdapat area pengelola. Selanjutnya terdapat bangunan aktifitas yang berfungsi sebagai tempat makan bersama untuk para lansia dan tempat melakukan semua aktifitas yang ada. Kemudian yang terakhir terdapat dua bangunan hunian yang berfungsi untuk unit bagi para lansia. Pada perencanaan senior living ini menerapkan konsep arsitektur neo-vernakular. Penerapan konsep arsitektur neo-vernakular yaitu bertujuan untuk membudayakan kearifan lokal budaya sunda yang berada di daerah Lembang. Selain itu pada senior living ini juga terdapat banyak area untuk bersantai bagi para lansia dan juga terdapat kolam untuk hydrotherapy yang berguna untuk terapi bagi para lansia.