// <![CDATA[PERANCANGAN SENIOR LIVING HOUSE DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ORGANIK DI LEMBANG]]> Erwin Yuniar Rahadian, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 RIZKY ADITYA RAMADHAN / 212018125 Penulis Mustika Kusumaning Wardhani, S.T., M.Ars. Dosen Pembimbing 2
Penduduk non-produktif atau lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Proses peningkatan usia ini sering kali diikuti dengan penurunan kemampuan fisik seseorang sehingga menyebabkan kondisi kesehatan lansia menjadi rentan terkena penyakit. Kondisi ini tidak jarang dianggap sebagai hal mendasar yang dianggap bahwa lansia bergantung kepada bagian penduduk lain, utamanya pada pemenuhan kebutuhan hidup. Berdasarkan Undang-undang nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, populasi lansia di Indonesia diprediksi meningkat lebih tinggi dari pada populasi lansia di dunia setelah tahun 2100 dan lansia perlu mendapatkan pendampingan, perhatian yang khusus dan perbaikan kondisi lingkungan. Lansia di Indonesia membutuhkan tempat tinggal yang layak huni namun ketersediaan Fasilitas Senior Living di Bandung belum memadai, maka dari itu perancangan Lembang Peak House dengan menerapkan tema Arsitektur Organik bertujuan untuk memberikan kesan’homie’ bagi lansia di masa tua. Desain yang diterapkan selaras dengan kondisi lingkungan sekitar, dilengkapi dengan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh lansia serta memiliki nilai estetika agar tidak menimbulkan kesan jenuh untuk para pengguna bangunan tersebut. Lembang Peak House diharapkan dapat menciptakan desain yang memberi kesan nyaman, aman, tenang, menarik, memenuhi kebutuhan lansia serta berintegrasi dengan lingkungan sekitar. Desain ini juga diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek visual namun memberikan kenyamanan yang holistik bagi pengguna bangunan tersebut.