<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18067">
<titleInfo>
<title><![CDATA[USULAN JADWAL PRODUKSI PILLAR LOWER UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. PELITA SEHAT ABADI BANDUNG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Emsosfi Zaini, MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MULYADI / 13-1999-041</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HENDRO PRASETIYO, S.T</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2003]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Industri manufaktur meyakini bahwa kunci kompetitif saat ini  adalah waktu ( Toha, 2000). Sistem manufaktur Make to Order (MTO) adalah strategi yang digunakan oleh industri. manufaktur untuk dapat dengan cepat merespon permintaan dan keinginan konsumen yang  bervariasi dan berubah setiap saat. Perusahaan dengan sistem manufaktur MTO melakukan perencanaan kapasitas dan penjadwalan setelah terjadi kesepakatan mengenai harga dan waktu kirim produk dari konsumen. Waktu manufaktur atau waktu penyelesaian produk dapat diketahui setelah dilakukan perencanaan dan penjadwalan (scheduling). Tujuan dari penjadwalan yaitu dapat memenuhi waktu pengiriman produk sehingga perusahaan memiliki keunggulan untuk tetap bersaing dengan perusahaan sejenis. PT. Pelita Sehat Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan assembly jig (yaitu alat bantu untuk perakitan kendaraan bermotor). PT. Pelita Sehat Abadi sedang mengerjakan pembuatan produk Pillar Lower. Produk ini terdiri dari beberapa komponen rakitan. yaitu jig base dan tiga buah locator. Setiap komponen rakitan memiliki struktur produk dan urutan pengerjaan tersendiri sesuai dengan routing masing-masing dengan pola aliran job shop. Untuk lingkungan perakitan dengan pola aliran job shop ini biasa disebut dengan lingkungan assembly job shop. Penjadwalan untuk assembly job shop berbeda dengan job shop biasa, karena penjadwalan pada lingkungan ini terdapat pembatas struktur produk atau rakitan. Perakitan baru dapat dilakukan apabila komponen yang akan dirakit tersebut selesai dikerjakan. Operasi pada assembly job shop dapat terdiri dari operasi seri dan paralel dengan mesin paralel. Model penjadwalan yang digunakan untuk lingkungan assembly job shop pada pembuatan sub-assembly produk Pillar Lower dengan tujuan untuk meminimasi waktu penyelesaian (Afakespan) adalah model penjadwalan yang dikembangkan oleh Doctor et. al ( 1993). Model ini merupakan pengembangan dari model penjadwalan non-delay. Penjadwalan dengan menggunakan model ini menjadwalkan terlebih dahulu untuk komponen yang berada pada lintasan kritis. Komponen-komponen yang berada d.i lintasan kritis dapat dilihat dari struktur produk untuk setiap job. Lintasan kritis ini merupakan lintasan dengan waktu terpanjang, sehingga apabila komponen pada lintasan kritis ini tertunda pengerjaannya maka makespan dari jadwal ini akan semakin panjang. Selain itu juga model ini menggunakan aturan prioritas pemilihan pekerjaan yaitu ready time minimum dengan tujuan meningkatkan utilitas mesin., slack time minimum dengan tujuan memenuhi batas waktu penyelesaian (due date). Penjadwalan pembuatan sub-assembly produk Pillar Lower menghasilkan waktu penyelesaian untuk job 1,2,3 dan 4 berturut-turut adalah 580, 730, 970, dan 430 menit. Makespan dari penjadwalan ini adalah 970 menit. Dengan hasil penjadwalan ini diharapkan dapat membantu pihak perusahaan dalam melakukan penjadwalan untuk produk-produk lain dan untuk menentukan due date.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[391TI/03]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[391TI/03]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[391TI/03]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="20132" url="" path="/131999041_391TI-03.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[USULAN JADWAL PRODUKSI PILLAR LOWER UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. PELITA SEHAT ABADI BANDUNG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18067]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-05 14:27:08]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-02 11:06:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>