// <![CDATA[ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DIKABUPATEN GARUT]]> Hendang Setyo Rukmi, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka Dosen Pembimbing 1
Permasalahan sampah telah menyebar luas ke berbagai provinsi, khususnya di salah satu kota di provinsi Jawa Barat yaitu Garut. Besarnya jumlah sampah yang diproduksi sudah mencapai 3.420 m3 per hari, dimana dari keseluruhan volume sampah an-organik, sampah plastik: yang berpotensi untuk didaur ulang memiliki komposisi mencapai 15%, artinya untuk setiap hari kota Garut menghasilkan sampah jenis plastik yang berpotensi untuk didaur ulang sebesar 153,9 m3. Dari informasi diatas terlihat perlu adanya penanggulangan sampah plastik: menjadi produk plastik: crusher dengan bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan plastik: crusher cukup melimpah di kota Garut; disertai dengan demand yang besar untuk plastic crusher menjadikan peluang di kota tersebut untuk didirikan pabrik pengolahan sampah plastik. Sebelum mendirikan pabrik pengolahan sampah plastik, terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengkajian kelayakan dari rencana pendirian pabrik pengolahan sampah plastik. Pengkajian tersebut berupa analisis kelayakan yang merupakan upaya untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan dari pendirian pabrik: pengolahan sampah plastik ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, aspek lingkungan dan aspek finansial. Data yang dikumpulkan untuk melakukan analisis aspek pasar yaitu data jumlah demand untuk plastik: crusher di wilayah Bandung dan data supply plastik: crusher dari perusahaan-perusahaan sejenis yang ada di wilayah Garut dan Bandung. Setelah mengumpulkan data, lalu data tersebut diolah, sehingga didapatkan besarnya peluang pasar pengguna plastik crusher di wilayah Bandung. Setelah peluang pasar diperoleh kemudian ditentukan target produksi yang ingin dicapai. Pengumpulan data teknis meliputi kapasitas produksi. kebutuhan bahan baku, kebutuhan bahan bakar, proses produksi; tenaga kerja; mesin serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pengolahan sampah plastik. Analisis lingkungan dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan adanya rencana pendirian pabrik: pengolahan sampah plastik: baik positif maupun negatif, serta cara penanggulangan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Analisis aspek finansial merupakan analisis untuk memperkirakan perkiraan biaya pendirian pabrik: dan juga aliran kas perusahaan, sehingga dari analisis tersebut dapat diketahui kelayakan pengembangan usaha. Pada analisis aspek pasar, diperoleh proyeksi demand plastik: crusher yang belum terpenuhi pada tahun 2005 sebesar 706,38 ton dan terus meningkat jumlahnya pada tahun 2009 yaitu sebesar 803,16 ton. Pada analisis aspek teknis, diperoleh lokasi usaha yang diperlukan, kebutuhan kapasitas mesin, bahan baku, dan tenaga kerja yang diperlukan. Pada analisis aspek lingkungan, dampak negatif yang ditimbulkan dapat diatasi dengan cara mempercepat penyortiran pada bahan baku yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membuat bangunan tertutup pada area mesin serta melakukan penghijauan; Pada analisis aspek finansial, diperoleh payback period sebesar 4,193 tahun, net present value sebesar Rp 5.530.399,- dan interest rate of return sebesar 15,33%. Analisis ke empat aspek tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan pendirian pabrik: pengolahan sampah plastik. Maka dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik pengolahan sampah plastik: di kabupaten Garut layak untuk dilaksanakan dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek lingkungan dan aspek finansial