RUMAH SUSUN SEDERHANA BERSAHABAT DI PERUMAHAN SARIJADI BANDUNG.


Kepadatan penduduk mengharuskan mencari alternatif untuk menyediakan tempat tinggal. Tidak hanya untuk masyarakat yang memiliki uang berlebih, tetapi juga untuk masyarakat dari kalangan bawah. Kepadatan penduduk seringkali menyita lahan sehingga ruang tempat tinggal menjadi terbatas dan berdesakan. Apalagi masyarakat pedatang tidak terbendung kehadirannya. Ada pendatang yang tinggal dalam waktu yang tidak pendek. Bahkan telah pindah sebagai warga. Kota-kota besar pastilah mengalami seperti itu. Rumah susun adalah salah satu altenatif yang diplih, setidaknya untuk masyarakat menengah ke bawah. Untuk masyarakat yang memiliki uang sangat berlebih, apartemen adalah pilihan alternatif yang lain.
Seperti kota-kota besar lainnya yang berkembang menjadi sebuah metropolitan, Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat juga mengalami permasalahan serius dalam pengaturan spasial (tata ruang). Hampir semua permasalahan yang dihadapi kota-kota metropolitan, saat ini dapat dicirikan di Bandung. Seperti kemacetan lalu lintas, kesemrawutan peruntukan kawasan, bertumbuhannya pemukiman kumuh (baik slum maupun squatter), tingkat kenyamanan hidup menurun drastis, penurunan kualitas lingkungan hidup, dan arus urban yang terus meningkat. Masalah urban merupakan masalah yang sangat kompleks berkaitan dengan berbagai permasalahan yang muncul akibatnya.Urbanisasi ini, menjadikan Bandung heurin ku tangtung. Menurut keterangan, saat ini penduduk yang resmi memiliki KTP Bandung jumlahnya sekira 2,7 juta jiwa, tapi pada hari kerja diperkirakan bisa menjadi 3 - 3,5 juta jiwa.
Pemerintah Kota selama ini dinilai lebih berpihak kepada pengembang yang mengedepankan konsep hunian horisontal ketimbang konsep rumah susun (rusun). Sudah terbilang banyak produk perencanaan yang telah disusun baik oleh Pemkot, Pemkab, Pemprov serta pemerintah pusat. Sayangnya, berbagai produk perencanaan itu banyak ditentang oleh berbagai kalangan dengan alasan program tersebut kurang sesuai dengan peruntukkannya atau kurang tepat sasaran. Dengan semakin tumbuhnya perekonomian, kota Bandung terus dibanjiri oleh pendatang dari berbagai daerah. Tetapi Bandung tidak lagi memiliki lahan yang dapat digunakan sebagai land use. Kondisi seperti ini, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DENNY REZARIO / 212006094 - Personal Name
Ir. Dwi Kustianingrum, MT. - Personal Name
Ir. Dassa Sudana - Personal Name
No. Panggil 447AR082008a
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2008
Jurusan Arsitektur
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2008).RUMAH SUSUN SEDERHANA BERSAHABAT DI PERUMAHAN SARIJADI BANDUNG.().Arsitektur:FTSP

.RUMAH SUSUN SEDERHANA BERSAHABAT DI PERUMAHAN SARIJADI BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2008.Text

.RUMAH SUSUN SEDERHANA BERSAHABAT DI PERUMAHAN SARIJADI BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2008.Text

.RUMAH SUSUN SEDERHANA BERSAHABAT DI PERUMAHAN SARIJADI BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2008.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id