<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18133">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI PERSOALAN LALU LINTAS DI KORIDOR JALAN SETIABUDI DAN ARABAN PENGATURANNYA (Studi kasus :]]></title>
<subTitle><![CDATA[Persimpangan Jalan Gegerkalong Girang- batas Kota Kab.Bandung)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DR. Ir. F.Poernomisidhi, Msc., MIHT., MCIT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Yanti Budiyanti, M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MULYANA / 2493032</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2001]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Jalan keluar masuk Kota Bandung mempunyai fungsi sebagai Jalan Kolektor Primer (ruas Jalan Setiabudhi). Sebagai jalan keluar masuk Kota Bandung, maka ruas jalan tersebut menampung berbagai arus lalu lintas, baik lalu lintas lokal maupun lalu lintas menerus. Keadaan tersebut memberikan konsekuensi terhadap tingginya volume lalu lintas. Tingginya tingkat interaksi antara Kota Bandung dengan kota-kota lain terutama di sebelah Utara akan berpengaruh terhadap meningkatnya volume lalu lintas. Tingginya volume lalu lintas di ruas Jalan Setiabudhi menyebabkan ruas jalan tersebut mengalami masalah lalu lintas (kemacetan lalu lintas). Hal tersebut dibuktikan dengan basil survey dan perhitungan yang telah dilakukan menyatakan bahwa tingkat pelayanan jalan Setiabudhi rendah (ratio volume terhadap kapasitas jalan di atas 0,9 dan kecepatan rata-rata kendaraan 25 km/jam) serta kinerja lalu lintas persimpangan yang cukup tinggi, terutama di persimpangan Jalan Setiabudhi- Sersan Bajuri yang ditunjukkan dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,88. Permasalahan lalu lintas tersebut ditambah lagi dengan pertumbuhan laban terbangun pada daerah sekitar ruas Jalan Setiabudhi. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya gangguan-gangguan lokal yang memperburuk masalah lalu lintas di ruas jalan tersebut. Ruas jalan di koridor Setiabudhi membentuk pola radial memusat, dengan Kota Bandung sebagai simpul koridor transportasi di wilayah metropolitan Bandung. Ruas Jalan Setiabudhi memiliki pola spinal yang menyebabkan arus lalu lintas yang berasal dari daerah sekitarnya menumpuk pada ruas jalan tersebut. Akibat pengaruh jarak yang relatif dekat dengan Kota Bandung, maka daerah sekitar koridor Utara merupakan ruang yang paling strategis untuk kegiatan-kegiatan, seperti pengembangan daerah perumahan, perdagangan dan jasa penunjang pariwisata. Jenis guna laban tersebut merupakan guna laban yang cukup besar dalam membangkitkan pergerakan, sehingga menyebabkan masalah lalu lintas semakin serius. Untuk menangani masalah lalu lintas (kemacetan lalu lintas) di koridor
Setiabudhi, maka studi ini mencoba memberikan beberapa upaya penanganan yang disesuaikan dengan karakteristik masalah transportasi di ruas jalan tersebut. Secara umum upaya-upaya tersebut adalah :
- pemantapan fungsi jalan raya, sebagai jalan kolektor primer
- menghindarkan lalu lintas dari gangguan-gangguan lokal
- menyesuaikan altematif penanganan dengan kebijakan pemerintah mengenai transportasi dan tata ruang yang ditetapkan
Untuk keperluan tersebut, maka altematif pemecahan persoalan lalu lintas di koridor Setiabudhi diuraikan dengan beberapa altematif pemecahan yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan, dalam hal ini yaitu skala waktu perencanaan. Alternatif pemecahan persoalan lalu lintas tersebut meliputi upaya dengan menggunakan manajemen lalu lintas, diantaranya peningkatan kapasitas jalan dan pemasangan lampu bersinyal.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20011018]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[061PL/01]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[061PL/01]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[061PL/01]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19706" url="" path="/2493032_061PL-01.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[IDENTIFIKASI PERSOALAN LALU LINTAS DI KORIDOR JALAN SETIABUDI DAN ARABAN PENGATURANNYA (Studi kasus : Persimpangan Jalan Gegerkalong Girang- batas Kota Kab.Bandung)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18133]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-07 16:23:45]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-07 16:23:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>