// <![CDATA[TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS]]> Yoanita Yuniati Dosen Pembimbing 2 RISTANDY HADIANSYAH/132007006 Penulis Sugih Arijanto Dosen Pembimbing 1
Salah satu aspek yang menentukan kualitas suatu organisasi atau perusahaan adalah aspek sumber daya manusia (SDM), karena sehebat apapun mesin, material, keuangan, dan metode, efektifitasnya kembali pada faktor SDM sebagai sumber daya yang membuat dan menjalankan semua itu. Kompetensi adalah deskripsi mengenai perilaku yang merujuk pada karakteristik yang mendasari perilaku yang menggambarkan motif, karaterikstik, pribadi, konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan atau keahlian (Palan, 2007). Saat ini Itenas termasuk Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), belum menerapkan sistem man power planing berdasarkan kompetensi, sehingga menimbulkan masalah-masalah seperti penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, kurangnya kepuasan hasil kinerja, adanya tumpang tindih pekerjaan karena ketidakmampuan pegawai, sehingga kondisi-kondisi ini menimbulkan dugaan kurangnya kompetensi yang dimiliki dari kondisi ideal yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian kebutuhan kompetensi jabatan dengan kompetensi individu yang menjabat saat ini di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Itenas. Penelitian yang akan dilakukan adalah mencari level kompetensi yang dibutuhkan untuk menempati suatu jabatan (KKJ), kemudian mengukur kompetensi individu (KI) yang telah dimiliki oleh para pemegang jabatan pada FTSP Itenas. Penentuan KKJ dilakukan bersama dengan para pakar yang terdiri dari pimpinan unit dan Tim PHKI (Program Hibah Kompetensi Institusi) yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan SDM. Penentuan KKJ ini berdasarkan Kamus Kompetensi Itenas yang telah disusun oleh Tim PHKI, dan dilaksanakan dalam Focus group discussion (FGD). Pengukuran KI adalah penelitian untuk mencari berapa level kompetensi yang telah dimiliki oleh para pemegang jabatan (KI) di FTSP Itenas saat ini dengan metode evaluasi atasan, karena metode ini dapat mengukur seluruh jenis kompetensi dan sangat cocok untuk penerapan pertama kali pengukuran kompetensi di Itenas. Namun metode ini harus ditambah tingkat objektifitasnya, sehingga pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuisioner tidak hanya oleh atasan langsung, namun ditambah dengan atasan dari atasan langsung. Pengukuran yang dilakukan dapat menimbulkan kekhawatiran karyawan, sehingga untuk menghilangkannya para pemegang jabatan dapat menilai kemampuan dirinya sendiri, yang nantinya akan digunakan sebagai bahan analisis. Analisis peningkatan kompetensi didasarkan pada selisih antara KI dan KKJ yang terjadi, jika selisihnya (-) artinya ada kekurangan kompetensi yang dimiliki oleh para pemegang jabatan dari kebutuhan ideal pada jabatan tersebut dan sebaliknya. Masing-masing jabatan memiliki 31-40 kompetensi, mulai dari Staf hingga Kepala Tata Usaha Fakultas. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata nilai KI 44,78% kompetensi belum dapat dipenuhi oleh para pemegang jabatan, kekurangan kompetensi perjabatan berkisar antara 29% - 77% dari KKJ yang dibutuhkan. Faktor yang dapat memperbaiki kondisi ini adalah penerapan tuntutan kompetensi untuk setiap jabatan, atasan harus berperan aktif terhadap pengembangan kemampuan bawahannya, perlu ada indikator pekerjaan yang jelas dan sosialisasi job description, serta perlu ada pengawasan dan pengukuran kompetensi secara periodik, Diharapkan usulan ini dapat memperbaiki kondisi kompetensi pegawai yang ada di FTSP khususnya dan Itenas pada umumnya.