// <![CDATA[USULAN RANCANGAN PENYEDIA AIR ISI ULANG KEMASAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ)]]> Caecilia Sri Wahyuning Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty Dosen Pembimbing 2 Nurul Anggiyasni/132007079 Penulis
Masalah air minum yang sudah mulai tercemar akan membuat masyarakat atau konsumen merasa resah akan kebersihan kandungan air minum. Air minum menjadi kebuthan primer untuk masyarakat. Kemudahan masyarakat mendapatkan air bersih harus didukung dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan air bersih. Air minum isi ulang merupakan alternatif pilihan untuk memperoleh air minum tanpa dimasak dengan harga terjangkau. Proses produksi air isi ulang kemasan membutuhkan alat yang berkualitas baik agar air minum yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu. Biaya produksi yang tinggi harus dipertimbangkan dengan keinginan konsumen dengan harga terjangkau. Alat produksi air minum isi ulang kemasan yang digunakan oleh produsan merupakan alat yang berkualitas. Produsen berusaha untuk memenuhi keinginan konsumen. Tetapi tidak semua keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh produsen. Adanya kontradiksi antara alat produksi air isi ulang kemasan yang memiliki biaya tinggi dan harga yang diinginkan konsumen menjadi salah satu kontradiksi yang diperbaiki. Metode yang digunakan merancang air isi ulang kemasan yaitu Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) merupakan metode yang menggunakan tabel kontradiksi dari Althsuller yang mengacu pada 39 para meter teknik dan 40 prinsip untuk merancang pengembangan produk. Penyusunan kuesioner kebutuhan konsumen, mengidentifikasi karakteristik responden konsumen dan produse, menentukan desain sampling yang digunakan. Setelah penyusunan kuesioner kebutuhan konsumen dilanjut dengan pengolahan data berikutnya dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen (identifikasi karakteristik teknik dan struktur produk), menyusun Innovation Situation Quesioner (ISQ), identifikasi responden ISQ dan penyebaran ISQ. Kemudian menjadi input untuk menentukan inventive principle, dalam pembuatan inventive principle terpilih yang dilanjutkan dengan konsep perancangan produk. Dalam membuat rancangan produk terdiri dari tiga konsep yaitu Konsep A, Konsep B dan Konsep C yang dijadikan alternative oleh konsumen. Tiga konsep yang dikembangkan memiliki kriteria penilaian yang sama dengan kuesioner kebutuhan konsumen. Masing-masing konsep disebarkan kepada lima orang responden yang berbeda. Penilaian Konsep A (3,95), Konsep B (4,03) dan Konsep C (4,14). Hasil dari penilaian konsep terpilihlah Konsep C sebagai konsep pengembangan penyedia air isi ulang kemasan. Pengembangan Konsep C yang dilakukan yaitu ketebalan segel kemasan 2mm dengan diameter luar 55mm, kayanan antar dari pukul 07.00 - 18.00 dan istirahat pukul 12.00-13.00, Perawatan alat penyaringan 1 bulan 3 kali, penyaringan sumber air dari PDAM dan 3 kali penyaringan dengan alat dari produsen, hadiah pembelian air isi ulang kemasan setelah pembelian ke 5 mendapat bonus diskon 50% pada pembelian ke 6 dan menggunakan 3 alat penyaringan Metro Wealth, 1 mesin Reverse osmosis dan menambah 2 alat penyaringan sumber air tanah.