<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18157">
<titleInfo>
<title><![CDATA[STRATEGI PENINGKATAN KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT BERDASARKAN TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Caecilia Sri Wahyuning</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rakhmi Musfirah Khairani/132007086</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yanti Helianty</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2011]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Di kota-kota besar seperti Kota Bandung, angkutan kota merupakan kendaraan umum yang banyak digunakan oleh masyarakat yang tidak mampu untuk membeli alat transportasi. Jumlah penumpang angkutan kota terkadang tidak seimbang dengan jumlah armada angkutan kota yang tersedia. Akibatnya bisa saja terjadi ketimpangan kepadatan penumpang antara satu trayek dengan trayek lainnya. Meskipun demikian, pengemudi angkutan kota tetap harus memenuhi target uang setoran. Agar target uang setoran terpenuhi, pengemudi angkutan kota harus memperoleh penumpang dalam jumlah banyak. Akibat hal itu, terkadang perilaku pengemudi angkutan kota menjadi ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain. Perilaku pengemudi angkutan kota tersebut berkaitan dengan tingkat kewaspadaan yang dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengukur tingkat kewaspadaan dan mengidentifikasi perilaku pengemudi angkutan kota yang memiliki tingkat kepadatan penumpang berbeda sehingga dapat dihasilkan rekomendasi bagi pihak terkait. Pengukuran tingkat kewaspadaan dapat dilakukan dengan teknik Quantitative Analysis of Situational Awareness (QUASA) yang berupa kuesioner Situational Awareness (SA). Variabel pada kuesioner SA diperoleh dari penelitian Jinn-Tsai Wong et.al. (2009). Sementara untuk mengidentifikasi perilaku pengemudi angkutan kota dapat menggunakan Driver Behaviour Questionnaire (DBQ) yang variabelnya mengacu pada Manchester Driver Behaviour Questionnaire (DBQ) (Reason et.al., 1990). Responden dalam kasus ini adalah pengemudi angkutan kota trayek Cicaheum-Ciroyom dan pengemudi angkutan kota St.Hall-Dago. Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner SA, pengemudi angkutan kota Cicaheum-Ciroyom dan pengemudi angkutan kota St.Hall-Dago berada pada daerah under-confident. Artinya, pengemudi tersebut memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi namun tidak menerapkan kewaspadaanya tersebut pada saat berkendara. Dilihat dari tingkat kewaspadaanya pengemudi angkutan kota trayek Cicaheum-Ciroyom memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi daripada pengemudi angkutan kota St.Hall-Dago. Dalam pengukuran tingkat kewaspadaan digunakan juga Signal Detection Theory (SDT) untuk membantu menganalisis SA. Berdasarkan hasil pengolahan data DBQ, perilaku pengemudi angkutan kota trayek Cicaheum-Ciroyom adalah ordinary violation yaitu, pelanggaran yang dilakukan secara sengaja yang berupa pelanggaran yang biasa dilakukan terhadap peraturan lalu-lintas. Sementara perilaku pengemudi angkutan kota trayek St.Hall-Dago adalah ordinary violation, aggressive violation, dan lapses. Lapses adalah perilaku yang fokus pada ingatan. Aggressive violation adalah agresif terhadap pelanggaran. Berdasarkan tingkat kewaspadaan dan perilaku pengemudi angkutan kota, dapat direkomendasikan beberapa usulan perbaikan diantaranya memperketat syarat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk pengemudi angkutan kota,penentuan jumlah armada angkutan kota harus memperhatikan kebutuhan penumpang, dan sosialisasi cara mengemudi serta berkendaraan. Usulan tersebut ditujukan untuk Satuan Lalu Lintas Kepolisian Kota Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan Organisasi Gabungan Angkutan Darat.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20111013]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1317TI/11]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1317TI/11]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1317TI/11]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19734" url="" path="/132007086_1317TI-11.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[STRATEGI PENINGKATAN KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT BERDASARKAN TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18157]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-13 12:33:05]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-13 12:33:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>