// <![CDATA[PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI]]> Hari Adianto Dosen Pembimbing 1 Reny Wahyuni/132007097 Penulis Susi Susanti Dosen Pembimbing 2
Industri bahan bangunan saat ini mengalami persaingan yang cukup tinggi karena banyaknya jumlah perusahaan yang memproduksi bahan bangunan. Oleh karena itu perusahaan harus menjaga kualitas produk dan tidak memberikan harga jual yang tinggi kepada pihak konsumen sehingga perusahaan selalu unggul dari persaingan tersebut. Saat ini lembaga penelitian dan pengembangan Balai Besar Keramik (BBK) telah membuat produk baru, yaitu ubin tanah merah yang merupakan produk alternatif dari ubin keramik karena biaya produksinya lebih murah dan jenis bahan baku yang digunakan lebih sedikit dibandingkan biaya produksi dan jenis bahan baku ubin keramik. Untuk menjaga kualitas ubin yang akan diproduksi, BBK harus melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kuat lentur ubin tanah merah dan bagaimana kombinasi dan komposisi bahan baku sehingga dihasilkan ubin tanah merah dengan kualitas yang optimal yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 0106-1987 A) untuk ubin keramik berglasir. Pengendalian kualitas yang dilakukan terhadap ubin tanah merah adalah pengendalian kualitas secara off-line. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam desain eksperimen ini adalah metode Taguchi. Metode Taguchi merupakan suatu metodologi baru dalam bidang teknik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk dan proses dalam waktu yang bersamaan sehingga dapat menekan biaya dan sumber daya seminimal mungkin. Dengan digunakannya metode Taguchi, diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kuat lentur ubin tanah merah, menghasilkan kombinasi dan komposisi bahan baku yang tepat, dan memberikan kuat lentur ubin tanah merah yang optimal Dari hasil penelitian faktor-faktor terkendali yang berpengaruh pada kuat lentur ubin tanah merah adalah komposisi bahan, tekananan pembentukan, dan temperatur pembakaran. Sedangkan faktor tidak terkendali adalah kadar kotoran dalam lempung. Pengolahan data dilakukan dengan cara mengitung rata-rata dan variansi dari hasil pengujian kuat lentur. Dari hasil perhitungan kontribusi, temperatur pembakaran merupakan faktor yang paling besar kontibusinya untuk kekuatan lentur ubin tanah merah. Dengan menggunakan matriks ortogonal L18(21 ???? 37) berdasarkan standar Taguchi didapat faktor optimal untuk kualitas kuat lentur ubin tanah merah adalah komposisi bahan dengan nilai level (lempung Plered = 80%, grog Plered = 15%, kaolin = 5%), tekanan pembentukan dengan nilai level 3 ton, dan temperatur pembakaran dengan nilai level 1000°C. Sedangkan faktor tidak terkendali utama adalah kadar kotoran dalam lempung dengan nilai level < 5%. Setelah dilakukan eksperimen konfirmasi terhadap usulan faktor dan level yang terpilih secara signifikan terhadap rata-rata, maka diperoleh kesimpulan bahwa dengan menerapkan usulan tingkat level faktor yang terpilih secara optimal mampu menghasilkan ubin tanah merah dengan kekuatan lentur yang lebih optimal dan meminimasi variansi yang disebabkan oleh faktor kadar kotoran (faktor tidak terkendali).