// <![CDATA[STUDI EVALUASI SISTEM OPERASIONAL PENGOMPOSAN SAMPAH SKALA TPS]]> M RANGGA SURURI/251996023 Penulis M. MASDUKI Dosen Pembimbing 1 Rasyad Muhara Dosen Pembimbing 2
Pertumbuhan penduduk dan peningkatan kegiatan perekonomian di kota Bandung menyebabkan meningkatnya jumJah timbulan sampah . . Menurut PD Kebersihan timbulan sampah di Kota Bandung pacta tahun 1999 adalah sebesar 8393,48 m3/hari dengan komposisi sampah organik sebesar 58,56 % dan sumber timbulan sampah di Kota Bandung 60,61 % berasal dari pemukiman. Karena Keterbatasan sumber daya untuk dapat mengelola sampah yang ada pihak pengelola yaitu PD Kebersihan Kota Bandung telah menerapkan strategi yaitu pengomposan sampah skala TPS yang dapat mereduksi sampah yang akan diangkut dan dibuang ke TPA. Karakteristik kimiawi bahan organik dan metode pengomposan yang diterapkan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas kompos yang dihasilkan. Pemeriksaan karakteristik sampah organik maupun kornpos dilakukan terhadap kadar abu dan volatiJ, pH, kadar air, kadar nitrogen, dan kadar karbon. Teknik pengomposan sampah skala TPS di lokasi studi dengan rnenggunakan komposter yang memiliki kapasitas 120 liter /komposter dengan jumJah enam unit. Kuantitas sampah organik yang dapat direduksi dengan adanya fasilitas komposter adalah sebesar 2,08 kglhari atau sebesar 0,15% dari berat sampah organik compostable yang timbul. Kecilnya kuantitas sampah organik yang terkornposkan rnenyebabkan PD. Kebersihan Kota Bandung harus menanggung kelebihan biaya operasional pengelolaan sarnpah sebesar Rp 472.478.58/bulan