PEMANTAUAN PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT INDUSTRI
Program tanggap derurat industI dilakukan sebagai suatu usaha untuk mengurangi resiko dan dampak dan kondisi gawat akibat adanya ledakan, kebakaran atau kondisi bahaya lain. PT Seamless Pipe Indonesia Jaya-Cilegon merupakan industri logam dengan kegiatan produksi, bahan baku dan peratatan yang dipergunakan berpotensi besar menimbulkan kecelakaan. ledakan dan kebakaran. Pada tahun 1994 pemah terjadi ledakan pada salah satu mesin produksi sehingga keseluruhan aktifitas industri terhenti dalam waktu lama. Pada saat ini PT.Seamless Pipe Indonesia Jaya telah memulai Program Tanggap Darurat lndustri, maka perlu dilakukan Pemantauan Penerapan Progam Tanggap Darurat lndustri yang dilaksanakan untuk mengetahuia apakah sistem yang dibuat telah seusai, tepat untuk dilaksanakan dan setiap e1emen tanggap menghadapi kondisi darurat. Penelitian ini juga diharapkan dapat mengetahaui keefektifan dan keefesienan dan penerapan program sehingga keadaan darurat dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cepat dan teap. Untuk mengetahuaoi permasalah mengenai Program Tanggap Daturat terhadap ledakan atau kebakaran baik secafra sistem manajemen dan penerapananya, maka diperlukan suatu kajian khusus untuk megetahui area yang memiliki potensi bahaya dengan menggunakan Metode Hazop dan penyebaran kuisioner standar dari OSHA berisi item yang berdasarakan elemen rencana Tanggap Darurat Industri untuk mencari gambarana sejauhmana pengetahuan dan penerapan terhadap program tanggap darurat telah dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukan menyimpulkan bawha (i) Pusat penyimpanan gas, gudang pemyimpanan bahan baku penolong, bangunan generator & penyimpanan solar, trafomator unit, proses pad heat treatment dan coupling merupakan area yang memilikipotensial besar mendatrangkan bahaya ledakan dan kebakaran serta memerlukan penanganan dakan bentuk Program Tanggap Darurat. (ii) Pengahuan level manjerial terhadp program Tanggap Darurat menunjukan nilai 69% dengan penilaian sikap positif dan penerapan terhadap Rencan Tanggap Darurat sudah baik sementara pengetahuan level personil terhadap Rencana Tanggap Darurat menunukan nilai 74% dengan penilaian sikap positifdan penerapan terhadap Rencana Tanggap darurat sudah baik pula. Saran yang dapat diberikan adalah (i) seluruh personil perlu dilakukan tinjauan dan training ulang terhadap program, (ii) sarana peralatan kedaruatan harus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnta, disesuaikan dengan potensi bahaya pada industri, (iii) perlu pengembangan dan kajian ulang terhadap potensi bahaya yang lebih mendetail dan terperinci dan segi teknis dengan melibatkan [pihak-pihak yang lebih berkopempeten dan menggunakan software khusus seperti Hazop-Pc untuk mempermudah dalam melakukan idendtikasi dan penanggulangan bahaya.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
SITY RAHAYU LESTARY/251995027 - Personal NameJULI SOEMIRAT - Personal Name
No. Panggil
119TL/03
Subyek
Fakultas
FTSP
Tahun Terbit
2003
Jurusan
Teknik Lingkungan
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2003).PEMANTAUAN PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT INDUSTRI ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PEMANTAUAN PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT INDUSTRI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text
MLA Style
.PEMANTAUAN PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT INDUSTRI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.PEMANTAUAN PENERAPAN PROGRAM TANGGAP DARURAT INDUSTRI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text