<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18239">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PERANAN KOPO KENCANA SEBAGAI PUSAT SEKUNDER BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA DAN PERSEPSI PENGUSAHA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Achadiat dritasto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ratna Agustina</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SALMAN/241995001</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2002]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kota Bandung sebagai Ibukota Propinsi Jawa Barat diarahkan sebagai kota yang mempunyai beberapa fungsi diantaranya sebagai pusat perdagangan dan jasa. Kota Bandung dalam mencapai tujuan pembangunannya dibagi menjadi 6 (enam) wilayah pengembangan (WP) dan setiap WP memiliki pusat sekunder kecuali WP Gedebage. Penetapan pusat sekunder dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas penduduk ke arah pusat kota, sehingga bisa mengurangi terjadinya masalah perkotaan antara lain kemacetan arus lalu lintas dan pemerataan kepadatan penduduk Wilayah Pengembangan Tegallega sebagai salah satu WP yang memilki perkembangan penduduk yang tinggi dengan pusat sekunder yang terletak di Kopo Kencana. Kopo Kencana sebagai pusat sekunder di WP Tegallega, menurut Evaluasi RUTRK Kota Bandung tahun 199912000, be/urn dapat melayani kebutuhan penduduk di WP Tegallega. Oleh karena itu, menarik untuk diamati faktor dominan terhadap peranan Kopo Kencana sebagai pusat sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang dominan terhadap peranan Kopo Kencana sebagai pusat sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha. Untuk mencapai tujuan ini dirumuskan beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu :
• Melakukan identifikasi terhadap fasilitas pendukung di Kopo Kencana berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha.
• Menganalisis variabel-variabel kegiatan perdagangan dan jasa untuk mencari variabel yang berhubungan dengan peranan Kopo Kencana sebagai Pusat Sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha.
• Mengelompokan variabel-variabel yang memiliki hubungan dengan peranan Kopo Kencana sebagai Pusat Sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa di di Wilayah Tegallega berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha, sehingga dapat diketahui kelompok variabel yang dominan terhadap peranan Kopo Kencana sebagai pusat sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa.
Metode ana/isis yang digunakan adalah metode ana/isis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kelengkapan fasilitas pendukung di Kopo Kencana berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha, ana/isis Tabulasi Silang untuk mencari variabelvariabel perdagangan dan jasa yang berhubungan dengan peranan Kopo Kencana berdasarkan persepsi pengguna dan pengusaha, ana/isis F aktor untuk mencari faktor dominan terhadap peranan Kopo Kencana Kesimpulan yang dihasilkan pada studi ini, yaitu menurut persepsi pengguna variabel anggaran belanja, frekuensi belanja, penghasilan dan pelayanan ekstra merupakan faktor yang dominan. Sedangkan menurut persepsi pengusaha variabel peranan Kopo Kencana sebagai pusat sekunder untuk kegiatan perdagangan dan jasa, dukungan fasilitas komunikasi, kegiatan perdagangan dan jasa setempat, bentuk usaha, otensi keuntungan secara finansial, tingkat aksesibilitas dan kemungkinan ekspansi merupakan faktor yang dominan.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20021027]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[104PL/02.]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[104PL/02.]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[104PL/02.]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19821" url="" path="/2495001_104PL-02.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PERANAN KOPO KENCANA SEBAGAI PUSAT SEKUNDER BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA DAN PERSEPSI PENGUSAHA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18239]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-27 11:35:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-03-27 11:36:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>