<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18273">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Widya Suryadini</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEWI HERDIANA WATI/241997015</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2003]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kota besar umumnya berkembang sebagai pusat kegiatan bisnis dan perdagangan,  yaitu menyalurkan  hasil produksi pertanian dan menyediakan keperluan masyarakat kota maupun masyarakat wilayah hinterlandnya. Sehingga di perkotaan terjadi peralihan fungsi lahan yang hampir mustahil untuk dihindarkan, khususnya kebutuhan untuk perumahan yang terus meningkat  dan berlanjut  sampai  ke daerah pinggiran  kota yang  membentuk  suatu  pola  permukiman  yang  bercirikan desakota. Dimana perkembangannya  sangat  bergantung  pada spatial sistem yang lebih tinggi, yaitu kota. Jadi suatu wilayah  desakota  masih  termasuk  dalam  kawasan  sistem konurbasi suatu kota. Perkembangan  permukiman  sampai  ke  wilayah  desakota akibat adanya kecenderungan pertumbuhan panduduk dan arus urbanisasi  di perkotaan,  perkembangan  fisik dan ekonomi akibat krisis yang berkepanjangan  saat ini. Akibat dari kecenderungan di atas maka kondisi lingkungan permukiman di wilayah desakota menjadi kumuh yaitu, ditandai dengan tidak mengikuti ketentuan-ketentuan tentang rumah sehat, tidak mengikuti peraturan bangunan sesuai dengan standar kawasan permukiman   yang  layak,  serta  kondisi  rumah  umumnya dilakukan tanpa melalui perencanaan yang matang sehingga mengakibatkan sarana dan prasarananya tidak lengkap, serta tidak memenuhi  standar y_ang ditetapkan pada  kawasan permukiman menyebabkan kondisi rumah terlihat padat dan tertata  tidak  secaTa   teratur  yang  membentuk   suatu lingkungan  kurang sehat dan rawan penyakit Studi ini ber ujuan untuk membandinqkan karakteristik permukiman  kumuh pada pusat kota dan di wilayah desakota berdasarkan   aspek   fisik   dan   sosial-ekonomi   dengan sasarannya yaitu, mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh berdasarkan aspek fisik dan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah desakota (studi kasus di Kelurahan Mengger, Kota Bandung). Analisis  yang digunakan  adalah  analisis  deskriptif dari  hasil   observasi   visual,   wawancara,   dan  hasil penyebaran kuesioner secara acak kepada sampel untuk mengetahui karakteristik masyarakat permukiman kumuh di wilayah desakota berdasarkan aspek fisik dan sosial­ ekonominya. Secara umum, kesimpulan yang diambil dari studi ini adalah bahwa kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Wilayah desakota merupakan kriteria yang menyebabkan terjadinya permukiman  kumuh, yaitu rendahnya  tingkat pendidikan  dan tingkat penghasilan masyarakat di wilayah studi tersebut.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20030116]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[120PL/03]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[120PL/03]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[120PL/03]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19858" url="" path="/241997015_120PL-03.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="19859" url="" path="/241997015_120PL-03.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18273]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-16 14:31:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-16 14:31:37]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>