Detail Cantuman

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI


Kota besar umumnya berkembang sebagai pusat kegiatan bisnis dan perdagangan, yaitu menyalurkan hasil produksi pertanian dan menyediakan keperluan masyarakat kota maupun masyarakat wilayah hinterlandnya. Sehingga di perkotaan terjadi peralihan fungsi lahan yang hampir mustahil untuk dihindarkan, khususnya kebutuhan untuk perumahan yang terus meningkat dan berlanjut sampai ke daerah pinggiran kota yang membentuk suatu pola permukiman yang bercirikan desakota. Dimana perkembangannya sangat bergantung pada spatial sistem yang lebih tinggi, yaitu kota. Jadi suatu wilayah desakota masih termasuk dalam kawasan sistem konurbasi suatu kota. Perkembangan permukiman sampai ke wilayah desakota akibat adanya kecenderungan pertumbuhan panduduk dan arus urbanisasi di perkotaan, perkembangan fisik dan ekonomi akibat krisis yang berkepanjangan saat ini. Akibat dari kecenderungan di atas maka kondisi lingkungan permukiman di wilayah desakota menjadi kumuh yaitu, ditandai dengan tidak mengikuti ketentuan-ketentuan tentang rumah sehat, tidak mengikuti peraturan bangunan sesuai dengan standar kawasan permukiman yang layak, serta kondisi rumah umumnya dilakukan tanpa melalui perencanaan yang matang sehingga mengakibatkan sarana dan prasarananya tidak lengkap, serta tidak memenuhi standar y_ang ditetapkan pada kawasan permukiman menyebabkan kondisi rumah terlihat padat dan tertata tidak secaTa teratur yang membentuk suatu lingkungan kurang sehat dan rawan penyakit Studi ini ber ujuan untuk membandinqkan karakteristik permukiman kumuh pada pusat kota dan di wilayah desakota berdasarkan aspek fisik dan sosial-ekonomi dengan sasarannya yaitu, mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh berdasarkan aspek fisik dan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah desakota (studi kasus di Kelurahan Mengger, Kota Bandung). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dari hasil observasi visual, wawancara, dan hasil penyebaran kuesioner secara acak kepada sampel untuk mengetahui karakteristik masyarakat permukiman kumuh di wilayah desakota berdasarkan aspek fisik dan sosialĀ­ ekonominya. Secara umum, kesimpulan yang diambil dari studi ini adalah bahwa kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Wilayah desakota merupakan kriteria yang menyebabkan terjadinya permukiman kumuh, yaitu rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan masyarakat di wilayah studi tersebut.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DEWI HERDIANA WATI/241997015 - Personal Name
Widya Suryadini - Personal Name
No. Panggil 120PL/03
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2003
Jurusan Teknik Planologi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2003).PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI().Teknik Planologi:FTSP

.PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

.PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

.PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI BAGIAN KOTA DENGAN DI WILAYAH DESA KOTA BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN SOSIAL EKONOMI().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id