<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18276">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENGARUH PERBEDAAN KLASIFIKASI DESA TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Achadiat dritasto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HARI DOYO SUGIANTO/242003055</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2003]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemahaman tentang konsep partisipasi masyarakat seringkali ditanggapl dcngan penafsiran yang berbeda  oleh unsur-unsur yang terfibat   Pemahaman tersebut lebih tergantung pada pengalaman dan disiplin ilmu yang dikuasainya. Selama im pemerintJh lebih berpendapat bahwa partisipasi rakyat diartikan adanya kepatuhan rakyat terhadap seluruh kebijakan yang ditetJpkan pemerintah/ dengan ukuran/ semakin balk kf!ikutsertaan rakyat karena kepatuhannya pada pemenntah dan aparatnya/ maka menunjukkan semakin baiknya partisipasi rakyat Perbedaan karakteristik  desa  di  Kecamatan Nagrak  Kabupaten Sukabumi  yang terbagi  menjadi  3 klasifikasi desa yaitu  desa  swadaya/ swakarya  dan swasembada diasumsikan menunjukkan perbedaan tingkat partisipasi masyarakatnya dalam perencanaan atau  pembangunan. Permasalahan yang  muncul  dalam  perbedaan tingkat  partisipasi ini adalah  sejauhmana tingkat  partisipasi  rnasyarakat dalam  pembangunan sebagai proses pengambilan keputusan dengan adanya perbedaan karakteristik desanya yang dilihat dari klasifikasi desa masing-masing. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi fakta tentiJng hubungan antara  ldasifikasi desa dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, kaitannya dalam menentukan  konsep pembangunan  desanya. Sasaran-sasaran yang  dilakukan  dalam mencapai tujuan ini adalah mengkaji kejelasan tentang tingkat partisipasi masyarakat dalam pengambilan  keputusan dalam  pembangunan, pemilihan  kepala  desa  dan  peningkatan sumber  pendapatan desa serta  mengkaji  keterkiJitan kfasifikasi desa dengan partisipasi masyarakat. Penyebaran kuesioner yang dilakukan dengan tujuan untuk menyaring persepsi dari masing-masing desa menghasilkan informasi yang berkaitiJn dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan. Untuk membuktikan keterkaitan antara komponen penilai !Jngkat partisipasi dengan perbedaan karakteristik desa dilakukan ana/isis deskriptif  kuantitatif dan tabu/as! silang uji kore/asi yang dilakukan denga,., perangkat lunak SPSS for Windows 10. Ana/isis yang  dilakukan  te/ah  menghasilkan  bahwa  terdapat  keterkaltan  antara klasifikasi desa dengan maslng-masing komponen penilal tingkat partisipasi. Hal ini membuktlkan  bahwa tlngkat  partislpasi masyarakat berbeda-beda  berdasarkan klasifikasi desa rnasing-masing atau dengan ana/isis deskriptif  kuantitatif  dapat  disimpulkan bahwa semakin maju  desa yang bersangkutan maka semakin menurun tingkat partisipasi masyarakatnya dalam pembangunan. Rekomendasi yang diberikan dari hasil stud/ inl ada/ah kehidupan masyarakat desa yang penuh dengan nilai-nilai tradisl  harus dibina, tumbuh dan dikembangkan di masing­ masing desa dan tidak lag! harus membuat dualisme sistem penyelenggaraan pemerintahan (pemerintah dan tokoh adatJ melengkapi kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan pemerintah desa dengan berbagai kebijakan yang beroasarkan pada adat istiadat dan akar budayanya/  dengan senantiasa tetap  menghargai sistem pengetahuan lokalnya;  kegiatan sosialisasi yang terus menerus tanpa mel/hat ruang dan waktu pada seluruh penyelenggara pembangunan desa dan pembina pembangunan desa yaitu stakeholder.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20031116]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[153PL/03]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[153PL/03]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[153PL/03]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19862" url="" path="/242003055_153PL - 03.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PENGARUH PERBEDAAN KLASIFIKASI DESA TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18276]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-16 15:36:39]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-16 15:36:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>