<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18301">
<titleInfo>
<title><![CDATA[REVITALISASI JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA CIMAHI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIECKE RUSTIKASARY/242001021</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Widya Survadini</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Amanda Pingkan W</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2006]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kawasan Alun-alun Kota Cimahi yang juga berfungsi sebagai pusat kota, pusat perbelanjaan, kawasan pendidikan, perkantoran, dan perumahan, mengalami perubahan  bangkitan  pergerakan  karena adanya peningkatan  intensitas  penggunaan laban   di  sekitamya.    Hal   tersebut   menyebabkan   kawasan   itu   menjadi   padat, berinteraksi tinggi dan menjadi lebih produktif.   Terjadinya  perubahan dengan  tidak disertai   penataan  yang  sesuai,  akan  menimbulkan   konflik   kepentingan   terhadap ruang-ruang  kota., misalnya  terhadap  ruang  bagi pejalan  kaki.  Penataan  ruang  saat ini dirasakan   masih  timpang  antara  penyediaan   fasititas  bagi  lalu  lintas  dengan fasilitas   pejalan   kaki.      Dengan   demikian,   maka   perlu   dibuat   usulan   konsep perancangan  jalur pedestrian  yang sesuai dengan  kebutuhan  dan  memenuhi  kriteria tingkat  pelayanan  kualitatif,  yaitu  kenyamanan, keamanan,  kesenangan  dan  unsur­ unsur yang membuatnya  menjadi menarik   Usulan perancangan  disusun berdasarkan tingkat  pelayanan  trotoar  dan  karakteristik pejalan kakinya, yang  diuraikan  dalam suatu prinsip dan konsep perancanganjalur pedestrian dengan menggunakan metode perancangan tapak. Tahap perancangan dilakukan  dengan  dua pendekatan  (Lang, 1994: 388), yaitu  dengan  membandingkan situasi  yang ada  saat  ini,  yaitu  kondisi trotoar di Kawasan Alun-alun Kota Cimahi serta aspek penyediaan fasilitas yang ada dengan standar-standar, model-model  yang baku, dan solusi-solusi  umum, yang kemudian  disusun  suatu  prinsip  secara  terinci  berdasarkan  kriteria-kriteria perancangan jalur pedestrian yang baik, sehingga dapat dibuat suatu konsep perancanganjalur pedestrian yang sesuai untuk Kawasan Alun-alun Kota Cimahi. Berdasarkan temuan studi yang didapat dari hasil analisis, diketahui  bahwa trotoar  di  Kawasan  Alun-alun  Kota  Cimahi  masih  banyak  yang  memiliki  tingkat pelayanan E, artinya pejalan yang betjalan di jalur pedestrian kesempatannya dibatasi dan sangat sulit  untuk mendahului  pejalan  Lain, bahkan banyak  pula kawasan  yang belum  menyediakan  jalur  pedestrian,  padahal  jika dilihat dari karakteristik  pejalan kakinya, umwnnya menggunakan aktivitas jalan kaki sebagai sarana untuk mencapai tujuan  mereka,  maka  jalur  pedestrian  ini  mutlak  perlu  disediakan.   Oleh  karena itulah,  disusun   suatu   prinsip  perancangan   jalur   pedestrian,   berupa  perancangan dimensi   trotoar,  perancangan   jalur   penyeberangan,  serta   perancangan    fasilitas­ fasilitas  penunjangnya,  seperti  fasilitas  peneduh,  halte,  lampu  penerangan, bangku untuk  beristirahat, boks telepon  umum,  tempat  sampah,  rambu-rambu, dan  saluran drainase  yang  mempengaruhi  kualitas  trotoar  itu sendiri. Prinsip perancangan ini disusun  berdasarkan  kriteria kenyamanan, keamanan, kesenangan, dan unsur-unsur yang menarik. Prinsip perancangan ini kemudian diterjemahkan ke dalam suatu konsep perancangan dan diharapkan konsep ini dapat menunjang revitalisasi Kawasan Alun-alun Kota Cimahi.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20060918]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[235PL/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[235PL/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[235PL/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19887" url="" path="/242001021_235PL-06.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[REVITALISASI JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA CIMAHI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18301]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-18 16:44:52]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-18 16:45:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>