MANAJEMEN LALU LINTAS PASCA PEMBANUNGAN JALAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (PASUPATI) DI WILAYAH TAMAN SARI - SURAPATI
Kebutuhan transportasi baik itu prasarana maupun sarana semakin meningkat sejalan dengan perkembangan kota di masa yang akan datang. arah barat menuju Perkembangan pergerakan Kota arah timur maupun sebaliknya Bandung dari lebih terasa dibandingkan dari perkembangan utara-selatan.Hal tersebut terlihat dari makin padatnya jumlah kendaraan yang melewati arus barat-timur (terutama Jalan Siliwangi dan Jala nWastukencana yang VCR > 0,85). Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan yang lebih buruk lagi maka dibangun suatu Jalan Layang PASUPATI untuk mengurangi kemacetan yang sekarang ini terasa oleh masyarakat. Pembangunan Jalan Layang PASUPATI, di satu sisi dapat mengurangi jumlah kemacetan lalu lintas pada ruas jalan tertentu, namun di sisi lain dapat menimbulkan permasalahan baru. Pergerakan lalu lintas yang baru dan bertambahnya volume lalu lintas pada ruas-ruas jalan dan persimpangan jalan di sekitar pintu masuk-keluar dari Jalan Layang PASUPATI seperti Jalan Taman Sari, Jalan Surapati, Jalan Monumen Perjuangan JABAR, Sentot Alibasah, dan lainnya. Upaya penanganan yang salah satunya adalah manajemen lalu lintas di Kawasan Taman Sari-Surapati perlu dilakukan. Diawali dengan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi saat ini, dan ditemukannya kemacetan lalu lintas yang terjadi bukan hanya disebabkan oleb VCR > 0,85. Kemacetan yang terjadi dapat pula diakibatkan adanya titik konflik yang timbul di persimpangan-persimpangan dan keberadaan u-turn di Jalan Sento tAlibasah serta gangguan lainnya yaitu gerak manuver bersilangan dan bergabung yang dapat mengakibatkan tundaaan pergerakan kendaraan . Pada analisis pengaturan sirkulasi lalu lintas dilakukan upaya memperlancar arus lalu lintas dengan 3 pendekatan alternatif yaitu alternatif I adalah larangan berbelok sehingga dapat mengurangi jumlah titik konflik dari 16 titik konflik menjadi 1 titik konfli kseperti pada persimpangan Taman Sari-Sulanjana, alternatif II adalah pengadaan APILL guna menghilangkan titik konflik dan u-turn di Jalan Sentot Alibasah serta alternatif III adalah sistem satu arah (one way) pada beberapa ruas jalan dan kemudian dilakukan perhitungan tingkat pelayanan jalannya. Pada tahap alternatif terpilih didapat bahwa alternatif II yaitu pengadaan APILL merupakan alternatif terbaik berdasarkan keuntungan dan kerugian yang dikemukakan. Selain dapat menghilangkan adanya titik konflik di persimpangan Kawasan Taman Sari dan Surapati dapat pula menghilangkan adanya u-turn di Jalan Sentot Alibasah sehingga kondisi volume lalu lintas kawasan rata-rata adalah 0,56 dengan tingkat pelayanan jalan C.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).MANAJEMEN LALU LINTAS PASCA PEMBANUNGAN JALAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (PASUPATI) DI WILAYAH TAMAN SARI - SURAPATI ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.MANAJEMEN LALU LINTAS PASCA PEMBANUNGAN JALAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (PASUPATI) DI WILAYAH TAMAN SARI - SURAPATI ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
MLA Style
.MANAJEMEN LALU LINTAS PASCA PEMBANUNGAN JALAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (PASUPATI) DI WILAYAH TAMAN SARI - SURAPATI ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
Turabian Style
.MANAJEMEN LALU LINTAS PASCA PEMBANUNGAN JALAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (PASUPATI) DI WILAYAH TAMAN SARI - SURAPATI ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text