<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18308">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PROSPEK KEMANDIRIAN KOTA BARU PARAHYANGAN BERDASARKAN TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ira Irawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>TINA KURNIASARI/242002008</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ENNI LINDIA MAYONA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2007]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan masyarakat yang pesat dalam suatu kota menimbulkan masalah kebutuhan permukiman yang terbatas bagi penduduk kota tersebut. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pembangunan kota baru. Kota Baru Parahyangan  (KBP) merupakan  kota baru pertama  di kawasan Bandung Raya yang bertujuan untuk menjadi kota mandiri dan mengurangi beban Kota Bandung yang penduduknya semakin bertambah. Masalah yang timbul saat ini adalah ketergantungan penduduk Kota Baru Parahyangan terhadap Kota Bandung dalam pemenuhan kebutuhan hiidupnya terlihat masih cukup besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, pertanyaan penelitian yang berusaha dijawab melalui studi ini adalah Bagaimana kondisi kemandirian Kota Baru Parahyangan pada tahun 2006 dan prospek kemandiriannya berdasarkan tingkat pemanfaatan fasilitas?. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi kemandirian Kota Baru Parahyangan pada tahun 2006 dan prospek kemandiriannya berdasarkan tingkat pemanfaatan fasilitas oleh penduduk  Kota  Baru  Parahyangan. Adapun  sasaran-sasarannya adalah mengevaluasi kondisi kemandirian KBP pada tahun 2006 dengan menilai kelengkapan kota berdasarkan standar fasilitas yaitu Pedoman Perencanaan Lingkungan Pemukiman Kota Tahun 1983 dan  Time-Saver  Standards  For  Housing  and  Residential Development tahun 1995, mengidentifikasi preferensi penggunaan fasilitas dan faktor-faktor yang membedakan karakteristik pengguna  fasilitas  melalui metode  diskriminan, mengidentifikasi persepsi penduduk terhadap fasilitas di KBP dan hubungannya dengan preferensi penggunaan fasilitas melalui metode  cross  tab  dan  chi  square,  dan  menilai  prospek kemandirian KBP dengan menilai ketersediaan jumlah fasilitas dari tahun 2006 sampai akhir tahun perencanaan  (2014), dan menilai persepsi penduduk terhadap jumlah fasilitas eksisting dan penggunaan rencana fasilitas. Berdasarkan  analisis  yang   telah  dilakukan,  dapat diketahui bahwa dari segi kelengkapan kota sebagian besar jenis fasilitas (77,77%) sudah sesuai dengan standar fasilitas dan 75% fasilitas jumlahnya sudah sesuai dengan standar, dari segi preferensi penduduk hanya 28,5% fasilitas yang digunakan di dalam KBP, dan dari segi persepsi penduduk terhadap jumlah sebagian besar fasilitas  (57,14%) sudah cukup serta semua fasilitas  dinilai  mudah  untuk  dicapai.  Berdasarkan  hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi kemandirian KBP pada tahun 2006 sudah cukup baik. Untuk ketersediaan fasilitas sampai tahun 2014 mengalami penurunan, sehingga pada tahun 2014 hanya 2 fasilitas (22,22%) yang jumlahnya sesuai dengan standar, sedangkan persepsi penduduk terhadap ketersediaan fasilitas eksisting dan penggunaan  rencana fasilitas sudah cukup baik.   Berdasarkan  ha  tersebut   dapat disimpu kan  bahwa prospek kemandirian KBP sampai akhir tahun 2014 kurang balk.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20070219]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[265PL/07]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[265PL/07]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[265PL/07]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19894" url="" path="/242002008_265PL-07.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PROSPEK KEMANDIRIAN KOTA BARU PARAHYANGAN BERDASARKAN TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18308]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-19 09:13:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-19 09:14:13]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>