TINGKAT KESIAPAN KOTA TANGERANG SELATAN MENJADI SMART CITY
Penduduk perkotaan dewasa ini sudah mencapai lebih dari 50% penduduk Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin meningkat ini, terutama akibat arus urbanisasi yang terus meningkat, dan hal ini terjadi juga di Kota Tangerang Selatan. Kota yang baru terbentuk pada tahun 2008 ini, memiliki jumlah penduduk pada tahun 2010 sebesar 1.108.943 jiwa. Jumlah penduduk yang makin banyak terutama akan menimbulkan dampak negatif bagi perkotaan, antara lain kemacetan, polusi, pengangguran, dan kemisldnan. Selain itu, jumlah penduduk yang semaldn padat di perkotaan ini juga membutuhkan sumber daya yang cukup dalam menunjang kehidupannya. Oleh sebab itu, kota dituntut untuk makin 'cerdas' dalam melayani semua kebutuhan masyarakat dan merespon tantanganya saat ini dengan cepat. Konsep kota yang sesuai dengan kondisi terse but ialah konsep Smart City. Smart city merupakan konsep kota yang berfungsi dengan baik dalam sebuah tampilan yang lebih maju pada enam karakteristik yaitu smart economy, smart people, smart governance, smart mobility, smart environment dan smart living yang membentuk kombinasi "cerdas" dari dukungan dan kegiatan-kegiatan masyarakat kota yang penting, mandiri dan sadar. Kota Tangerang Selatan dalam perannya sebagai sebuah inkubator, penyedia layanan dan penyedia jaringan harus siap menjadi sebuah kota yang aerdas sesuai dengan visi kotanya, melalui modifikasi yang cerdas antara modal fisik, sosial dan infrastruktur ICT yang ada di kota. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan Kota Tangerang Selatan menjadi Smart City. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer melalui teknik kuesioner (skala persepsi dan skala harapan) yang disebarkan kepada 225 responden dan observasi langsung. Sedangkan metode pengumpulan data sekunder melalui studi literatur, buku, jurnal, produk hukum dari instansi terkait serta media internet. Metode ana/isis yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui Importance-Performance Analysis untuk mendeksripsikan dan melihat tingkat kesiapan Kota Tangerang Selatan menjadi Smart City pada diagram kartesius berdasarkan enam karakteristik, 30 faktor dan 92 sub ... ,indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik Smart Economy, Smart People dan Smart Living Kota Tangerang Selatan Ielah siap menjadi Smart City, dan secara lingkungan yaitu Smart Environment belum siap, oleh sebab itu, pembangunan Smart Environment perlu diprioritaskan, sedangkan bagi Smart Governance dan Smart Mobility yang belum siap, juga perlu meningkatkan ldnerja dan siginifikansi keberadaannya dalam menunjang kesiapan Kota Tangerang Selatan menjadi Smart City.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).TINGKAT KESIAPAN KOTA TANGERANG SELATAN MENJADI SMART CITY ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.TINGKAT KESIAPAN KOTA TANGERANG SELATAN MENJADI SMART CITY ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text
MLA Style
.TINGKAT KESIAPAN KOTA TANGERANG SELATAN MENJADI SMART CITY ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.TINGKAT KESIAPAN KOTA TANGERANG SELATAN MENJADI SMART CITY ().Teknik Planologi:FTSP,2012.Text