// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM WILA YAH GEDEBAGE]]> Eka Wardhani Dosen Pembimbing 2 Rachmawati S Dosen Pembimbing 1 MARDIANTI NADZARINI/252001042 Penulis
Pertambahan jum/ah penduduk dan peningkatan aktivitas di berbagai sektor menarik perhatian pemerintah daerah untuk menjadikan wilayah Gedebage sebagai lokasi Pusat Primer Kedua Kota Bandung. Berbagai fasilitas harus dipersiapkan untuk mengantisipasi perkembangan wilayah ini, diantaranya ada/ah sistem distribusi air minum. Sebagai gambaran, saat ini tercatat baru 17% dari jumlah penduduk di beberapa kelurahan wilayah Gedebage yang ter/ayani air bersih o/eh PDAM, dan itupun masih dilakukan secara bergiliran, padahal ketersediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar kehidupan manusia. Di samping itu, kondisi pipa terpasang sudah mengalami proses penuaan. 0/eh sebab itu, diperlukan peningkatan kapasitas air dengan merencanakan jalur altematif pipa induk distribusi air minum pada daerah studi dengan peri ode perencanaan selama 20 tahun. Perencanaan sistem distribusi ke depan akan dilakukan dengan mengalirkan air dari reservoir ke daerah pelayanan dengan memanfaatkan air Sungai Cisangkuy sebagai sumber air baku yang memi/iki debit 4460 liter/detik Perencanaan didasarkan pada perkiraan kondisi wilayah di masa depan. Dengan demikian, proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan air minum di masa mendatang, menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Untuk proyeksi jumlah penduduk dihitung dengan menggunakan metode aritmatika, sedangkan kebutuhan pelayanan air minum, didasarkan pada kebutuhan domestik, non domestik dan fasi/itas kota. Hasi/ perhitungan menunjukkan bahwa jumlah penduduk di tahun 2030 diproyeksikan sejumlah 287.419 jiwa, sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan air minum diperoleh data Qrata-rata sebesar 519,418 Udetik, Qmaalhari 571,36 Udetik dan Qpuncaldfam 816,97 Udetik. Kapasitas reservoir yang diperlukan hingga akhir periode perencanaan sebesar 9.873,098 m3 . Perencanaan juga merekomendasikan tiga altematifjaringan pipa distribusi di wilayah Gedebage. Untukjaringan distribusi digunakan sistem Loop, dan pengaliran menggunakan sistem pemompaan. Diameter pipa bervariasi antara 150-900 mm. Untuk perhitungan hidrolis pipa digunakan software EP ANET 2.0 sedangkan untuk pemi/ihan jalur altematij digunakan metode matriks dan Weighted Ranking Technique Methode (WRT)!Metode Pembobotan. Jaringan perencanaan pipa distribusi terpilih adalah jaringan distribusi altematif 2 dengan kecepatan minimum 0,62 m/detik, kecepatan maksimum 1,41 mldetik, tekanan minimum 26,55 m, tekanan maksimum 49,2 m, HL maksimum 5,86 mlkm, dan RAB sebesar Rp.88,179,662,149.36.