// <![CDATA[UJI TOKSISIT AS PADA LIMBAH COOLANT CAIR MENGGUNAKAN]]> DODI MULYADI Dosen Pembimbing 1 OKTARIANA/252002014 Penulis PUTU FIBRIYANTO Dosen Pembimbing 2
Bertambahnya jumlah penduduk yang memerlukan suplai bahan dan jasa yang didukung oleh inovasi di bidang kesehatan dan kedokteran akan mempengaruhi meningkatnya jumlah keanekaragaman buangan yang pada akhirnya buangan yang memasuki lingkungan akan banyak berupa zat beracun dan berbahaya (B3). Uji toksisitas merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mengetahui kemampuan zat pencemar untuk menimbulkan kerusakan apabila masuk kedalam tubuh dan lokasi organ yang rentan terhadapnya. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu "metode bioassay" dengan menggunakan ikan sebagai media uji-nya. Uji toksikologi ini dilakukan untuk mengetahui LC50 (konsentrasi yang mematikan 50% populasi hewan uji) limbah coolant dan filtrat limbah coolant, sehingga dapat diketahui perbandingan daya racun limbah coolant sebelum diolah dan filtrat hasil olahan, serta mengetahui efektifitas elektrokoagulasi dalam pengolahan limbah dilihat dari sudut pandang toksisitas limbah. Perhitungan dilanjutkan dengan uji toksikologi untuk mengetahui mortalitas ikan yang akan digunakan untuk menghitung LC50. Nilai LC50 dengan menggunakan metode regresi linear adalah 2,3177% untuk limbah coolant dan 52,4656% untuk filtrat limbah coolant. Hasil perhitungan dengan metode probit didapatkan nilai 2,5921% untuk limbah coolant dan 56,3188% untuk filtrat limbah coolant. Konsentrasi limbah coolant sebesar 26.0757 mg/lt termasuk kedalam kategori agak toksik, sedangkan untuk filtrat limbah coolant sebesar 572.393 mg/lt termasuk kedalam kategori tidak toksik.