Studi Pemakaian Air Pada Gedung Perkantoran Di Kota Bandung


Tersedianya air bersih setiap saat dalam jumlah dan kualitas yang cukup memadai merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Bagi masyarakat modem, air memainkan peranan yang penting pula dalam meningkatkan kenyamanan dalam bekerja. Suatu kantor dengan fasilitas air yang terbatas dapat menimbulkan gangguan-gangguan sehingga dapat menurunkan produktifitas kerja. ltu sebabnya system penyediaan air yang baik dalam suatu gedung perkantoran menjadi sangat diperlukan. Aktifitas karyawan akan terhambat apabila air yang tersedia mengalami gangguan atau jumlah air yang tersedia tidak mencukupi. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penelitian lapangan guna mengetahui kebutuhan air sesungguhnya di perkantoran, dan kemudian dapat dipergunakan sebagai angka-angka peramalan yang mungkin mendelcati keadaan sesungguhnya setelah bangunan perkantoran digunakan.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui besarnya pemakaian air adalah :
a. Penaksiran berdasarkan jumlah pemakai (penghuni)
b. Penaksiran berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing

Berdasarkan kesempatan yang diperoleh. maka gedung perkantoran yang dijadikan sampel penelitian adalah sebanyak 20 buah dengan jenis kegiatan kantor yang berbeda-beda seperti kantor pemerintah, kantor swasta, dan sebagainya. Pengambilan data ditetapkan pada bari selasa dan jumat dan waktu pengambilan data ditetapkan sejak dimulainya kegiatan kantor yaitu sekitar pukul 6 pagi hingga berakhirnya kegiatan kantor sekitar pukul 18 sore bari. Berdasarkan basil pengamatan, wawancara dan kuisioner, diketahui bahwa kegiatan karyawan yang berkaitan dengan pemakaian air selama berada di kantor adalah:
- Ke Toilet/kakus - Berwudhu - Air minum - Mencuci-tangan - Kebersihan

Dalam penelitian ini, ditemukan adanya pemakaian air terbesar oleh para karyawan berasal dari pemakaian toilet, baik pada toilet pria ataupun toilet wanita. Kegiatan yang dilakukan selama di toilet antara lain ke kakus, berwudhu, dan mencuci-tangan. Untuk memperkirakan berapa jumlah air yang terpakai, maka perlu dihitung berapa frekuensi masing-rnasing kegiatan yang berkaitan dengan pemakaian air selama satu hari. Untuk pernakaian toilet, perhitungan dilakukan dari luar toilet, oleh sebab itu agak sulit untuk memastikan aktivitas apa saja yang telah dilakukan oleh seorang pemakai toilet. Maka untuk memudahkan perhitungan, dibuat batasan-batasan yang berdasarkan pada pengamatan, wawancara dengan para karyawan dan hasil kuisioner. Dari hasil penelitian, didapatkan angka pemakaian air dari gedung-gedung perkantoran di Kota Bandung yang dijadikan objek penelirian adalah berkisar antara 23-44 liter/orang/hari. Angka pemakaian air ini berbeda antara satu kantor dengan kantor yang lain. Hal ini dikarenakan jenis kegiatan dari setiap kantor berbeda-beda.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Resti Indah Pravianti / 251995004 - Personal Name
Prof. Dr. Benny Chatib, MSc. - Personal Name
Endrizal, ST - Personal Name
No. Panggil 029TL/01
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2001
Jurusan Teknik Lingkungan
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2001).Studi Pemakaian Air Pada Gedung Perkantoran Di Kota Bandung().Teknik Lingkungan:FTSP

.Studi Pemakaian Air Pada Gedung Perkantoran Di Kota Bandung().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text

.Studi Pemakaian Air Pada Gedung Perkantoran Di Kota Bandung().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text

.Studi Pemakaian Air Pada Gedung Perkantoran Di Kota Bandung().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id