// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI AUDIOMETER NADA MURNI BEBASIS PC:]]> Soegijardjo Soegijoko Dosen Pembimbing 1 BUDI KURNIAWAN/111997065 Penulis WIDOWATI Dosen Pembimbing 2
Audiometer Nada Mumi merupakan alat bantu kedokteran yang digunakan untuk mendeteksi seberapa besar seseorang kehilangan pendengarannya. Alat im merupakan alat elektro akustik yang menghasilkan nada mum1 pada frekuensi dengan tekanan suara pada batasa1 tertentu yang diujikan pada pasien sampai didapatkan sebuah grafik frekuensi terhadap tekanan suara yang disebut audiogram. Dengan alat ini kondisi telinga pasien dapat diketahui dengan pasti pada batas mana pasien kehilangan pendengarannya. Berdasarkan audiogram yang diperoleh dokter akan menentukan seberapa besar kerusakan yang terjadi pada telinga seorang pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori, yaitu : ketulian konduktif, ketulian sensonneural dan ketulian campuran Dalam laporan tugas akhir ini dibahas perancangan dan realisasi Audiometer Nada Mumi berbasis PC terutama pada pemrograman diagnosa pasien. Pemrograman basis data pasien akan dikerjakan oleh saudara Pendi Sudrajat, selaku rekan kerja. Konsep awal perancangan alat ini diperoleh dari hasil mempelajari dua buah audiometer yang telah ada ya1tu : SD 28 dan SD 100. Dengan adanya suatu tools berbasis Borland Delphi sebaga1 pengolah suara yang akan dihubungkan dengan sound card sebagai aud1o device pada PC ( Personal Computer). maka tldak diperlukan lagi perangkat keras lain sebagai penghasil suara. Perancangan dan realisasi alat dikonsentrasikan pada perancangan dan realisasi perangkat lunak yang terdiri dari program diagnosa dan bas1s data pasien dengan sistem saklar otomatik untuk pengalihan tes AC (Air Conduction) dan BC (Bone Conduction) Program d1agnosa pasien merupakan bag1an dari program yang akan mengolah data masukan berupa koordinat antara desibel dan frekuensi yang diolah pada mmtools sampai dihasilkannya nada murni pada headphone yang terhubung dengan sound card. Batas pemberian nilai intensitas bunyi antara -10 db - 120 db dengan frekuens1 antara 125 Hz - 8000 Hz. Data yang terbentuk dari titik-titik koordinat decibel terhadap frekuens1 akan membentuk grafik yang disebut audiogram Pengujian nilai frekuens1 dengan menggunakan os1loskop menghasilkan nilai frekuens1 dengan error maks1mum 1,94 %. Dengan error yang cukup kecil diharapkan dapat menghasilkan nada murni yang baik dan aman untuk digunakan pada pasien.