// <![CDATA[STUDI KINERJA ISOLATOR PIRING PORSELIN DAN GELAS TERHADAP KEMIRINGAN PEMASANGAN PADA KONDISI LINGKUNGAN LUAR]]> Prof. Dr. Waluyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ADIT SAHWARA / 112017041 Penulis
Isolator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik. Isolator berfungsi sebagai alat untuk menahan kabel penghantar listrik dari tiang listrik. Digunakan untuk memisahkan dua kabel atau lebih secara elektrik untuk mencegah kerusakan jaringan listrik akibat kebocoran arus (leakage current) dan loncatan bunga api. Dalam praktiknya, isolator luar ruangan terkena berbagai kondisi iklim, dalam kondisi basah, seperti kabut, gerimis atau hujan, lapisan kontaminasi memungkinkan arus bocor. Lingkungan merupakan faktor yang rentan terhadap isolator karena menyebabkan arus bocor yang dapat mempengaruhi kinerja isolator porselin dan gelas. Pada penelitian ini penulis bertujuan mengalisis kinerja isolator piring porselin dan gelas terhadap berbagai parameter lingkungan dengan sudut kemiringan isolator (0°, 30°, 60° dan 90°). Proses penelitian ini menggunakan rangkaian pengukuran arus bocor yang dipaparkan dilingkungan terbuka yang terdiri dari suhu, kelembaban, intesitas cahaya, intensitas hujan, sinar ultraviolet, dan polutan udara dengan tegangan masukan 11,5 kV. Kemudian data yang diperoleh penelitian dianalisis dengan metode regresi, korelasi, kovarian, PCA dan boxplot. Dari analisis korelasi pada isolator gelas dan piring dengan sudut kemiringan 0°, parameter suhu dan kelembaban paling berpengaruh terhadap pembentukan arus bocor isolator gelas yaitu sebesar -0,059 dan 0,092 sedangkan pada isolator porselin yaitu sebesar -0,008 dan 0,072. Dari data yang diperoleh arus bocor isolator porselin dan isolator gelas dengan kemiringan 30°, nilai rata-rata arus bocor isolator porselin sebesar 84,25 μA dan nilai rata-rata arus bocor isolator gelas sebesar 63,98 μA.