PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DALAM KOMPOSTER DENGAN METODA AGITASI DAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR
Setiap aktivifitas kampus tidak akan pernah luput dari buangan. Buangan yang dimaksud disini adalah sampah. Sampah yang kita hasilkan dari kegiatan sehari-hari sebagian besar masih dapat digunakan kembali seperti kertas, plastik dan lain sebagainya. Salah satu cara untuk mereduksi sampah kantin adalah dengan cara pengomposan. Sampling timbulan dan karakteristik fisik dan kimia sampah kantin dilakukan selama 8 hari berturut-turut, sehingga dapat diketahui bahwa sampah organik yang berasal dari kantin dapat dijadikan kompos. Proses pengomposan yang diterapkan adalah menggunakan metode agitasi dengan penambahan garam. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah waktu dan proses pengomposan tanpa penambahan garam lebih cepat dru.ipada proses pengomposan dengan penambahan garam. Hasil karakteristik fisik awal pengomposan memperlihatkan bahwa penurunan berat sampah 70 %, temperatur optimum 210C, penurunan tinggi tumpukan 62.5 %, derajat keasaman (pH) berkisar antara 5-7, kadar air 80 %, sudah tidak berbau, wama berubah menjadi hitam dan bentuk akhir hamper menyerupai tanah. Pada karakteristik kimia belum diperoleh hasil terbaik. Proses pengomposan ini ditempuh selama 12 hari.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DALAM KOMPOSTER DENGAN METODA AGITASI DAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DALAM KOMPOSTER DENGAN METODA AGITASI DAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text
MLA Style
.PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DALAM KOMPOSTER DENGAN METODA AGITASI DAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text
Turabian Style
.PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DALAM KOMPOSTER DENGAN METODA AGITASI DAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2001.Text