// <![CDATA[STUDI TINGKAT KEBISINGAN DIINDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS:]]> Ir. R. Triyogo, MDesSc (Illum) Dosen Pembimbing 1 Rasyad Muhara, S.T. Dosen Pembimbing 2 OKTOFIN PALl / 2595041 Penulis
Kebisingan di lingkungan industri merupakan suatu permasalahan yang cukup serius dan harus diperhatikan, karena penggunaan mesin-mesin yang memungkinkan memproduksi berbagai jenis kebutuhan secara besar-besaran seringkali identic dnegan kehadiran sumber suara bising. Penelitian ini dilakukan pada sebuah industry tekstil dimana salah satu prosesnya melakukan proses pemintalan. Dari hasil pengukuran dalam ruang pemintalan diperoleh tingkat kebisingan terendah 79 dBA pada ruang produksi Drawing dan Combing, sedang untuk tingkat kebisingan tertinggi yaitu 101 dBA pada ruang produksi Ring Spinning yang merupakan sumber bising dalam ruang pemintalan. Untuk tingkat kebisingan rata-rata dalam ruang pemintalan berkisar 82-98 dBA. Bila dibandingkan tingkat kebisingan rata-rata dalam ruangan pemintalan dengan peraturan SE.01/MEN/1978 yang menetapkan Nilai Ambang Batas (NAB) untuk kebisingan di tempat kerja sebesar 85 dBA, berarti bahwa tingkat kebisingan dalam ruang pemintalan umumnya telah melebihi NAB. Dengan tingkat kebisingan yang tinggi dalam ruang pemintalan, dapat mempengaruhi para pekerja. Dari hasil kuisioner terhadap 145 pekerja bagian produksi diketahui bahwa pengaruh yang dirasakan para pekerja berupa gangguan pendengaran 35%, gangguan komunikasi 45% dan gangguan pada pekerjaan 20%. Oleh karena itu upaya pengendalian kebisingan perlu dilakukan perusahaan sebagai usaha memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pekerjanya.