// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH PROSES PEMANASAN, PENDINGINGAN ISOTHERMAL DAN PENDINGINAN AKHIR DI DALAM TUNGKU TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 4340]]> Meilinda Nurbanasari, Ir.,MT.,Ph.D Dosen Pembimbing 1 Trasisius Kristiyadi, ST., MT Dosen Pembimbing 1 FAHMI ARIF / 122001153 Penulis
Isothermal Time Transformation (I17) merupakan suatu bentuk perlakuan panas yang cukup sering dilakukan pada material baja. Perlakuan panas pada material biasanya menyebabkan perubahan sifat mekanik dan struktur milcro material. Salah satu jenis baja yang cukup sering diberi perlakuan panas adalah baja AISI 4340. Dalam pengerjaan panas secara ITT terdapat beberapa parameter penentu prosesnya. Parameter tersebut antara lain temperatur penahanan (isothermal), waktu penahanan dan proses pendinginan akhir. Waktu penahanan adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk tercapainya keseragaman fasa material yang ditandai dengan keseragaman temperatur pada setiap bagian materialnya. Waktu penahanan tersebut bisa dihitung dengan menggunakan persamaan perpindahan panas transient. Sedangkan proses pendinginan akhir bisa berupa pendinginan di dalam tungku, di udara terbuka atau dicelup ke dalam suatu fluida. Untuk mengetahui perubahan sifat material dan struktur mikro dilakllkan pengujian terhadap material yang belum diberi perlakuan panas. Selanjutnya dilakukan lagi pengujian terhadap material hasil perlakuan panas secara isothermal dengan pendinginan akhir di dalam tungku. Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik, uji keras dan analisis struktur mikro. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa terjadi perubahan sifat mekanik dan struktur mikro material akibat perlakuan panas. Perubahan sifat mekanik yang terjadi tidak disertai dengan perubahan fasa material. Fasa akhir material sama dengan fasa awalnya.