// <![CDATA[DISTILATOR SURYA TIPE GABUNGAN DENGAN PEMANAS AIR SURYA]]> Dr. Ir. Abdurrachim Dosen Pembimbing 1 Dani Rusirawan, Ph.D. Dosen Pembimbing 2 OBTAMAR MARBUN / 122000056 Penulis
Saat ini, 1,4 milyar orang hidup tanpa akses air yang cukup untuk konsumsi sehari-hari. Angka ini dapat mencapai hingga 2.3 milyar dalam 25 tahun [ CEA ]. Krisis air minum yang diprediksikan terjadi pada tahun 2000 - 2020 ini telah menyebabkan ketertarikan yang kuat untuk pengembangan teknologi desalinasi yang lebih murah, sederhana, lebih handal, serta diharapkan dengan konsumsi energi yang rendah dan lebih ramah terhadap lingkungan. Salah satu metode desalinasi air asin atau air laut adalah distilasi surya. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat air laut tersedia dalam jumlah yang melimpah. Hampir 97% air di bumi ini tersedia dalam bentuk air laut (air asin), sehingga- jika dapat dieksploitasi dengan baik: untuk penyediaan air konsumsi manusia - dapat memenuhi kebutuhan manusia terhadap air bersih dan air minum. Penggunaan energy surya sebagai energi yang dapat diperbaharui sangat potensial menggantikan bahan bakar fosil, karena lebih bersih dan bebas dalam jumlah yang melimpah, serta lebih ramah terhadap lingkungan. Salah satu metode desalinasi air asin atau air laut adalah "Distilator Surya Tipe Gabungan Dengan Pemanas Air Surya". Tujuan dan basil yang diinginkan dari tugas akhir ini adalah merancang dan membuat bak distilator tenaga surya dengan material pelat baja (penelitian sebelumnya menggunakan materail acrylic), mengetahui perbandingan jumlah produksi harian distilat basil pengujian system dengan jumlah produksi barian distilat referensi yang ada, mengetahui perbandingan efisiensi termal harian aktual yang terjadi antara sistem baru dengan referensi yang ada. Pengujian dilakukan dengan dua konfigurasi yang didasarkan atas kemiringian atap bak distilator surya dan luas permukaan pemanas air surya. Karakteristik sistem uji digambarkan melalui beberapa parameter antara lain intensitas radiasi surya, ketinggian air laut dalam bak, temperatur air laut dalam bak, dan laju produksi. Dari hasil pembuatan bak distilator tenaga surya dengan material pelat baja, dapat menahan beban mekanik dari kaca penutup dan beban termal dari dalam bak distilator (penguapan air laut), sedangkan dari referensi sebelumnya, pembuatan bak distilator tenaga surya menggunakan material acrylic tidak dapat menahan beban mekanik dari kaca penutup dan beban termal dari dalam bak distilator (penguapan air laut). Efisiensi termal harian aktual maksimum rata-rata dari basil pengujian adalah 20,89%, jika dibandingkan dengan efisiensi termal harian aktual maksimum rata-rata dari referensi sebelumnya yaitu 22,92%, maka dapat disimpulkan bahwa efesiensi termal harian aktual maksimum rata-rata dari referensi sebelumnya lebih baik.