// <![CDATA[PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA PERKAKAS KRUPP 2510 (AISI 01)]]> Dr. Djoko Hadi Prajitno, Ir., MSME Dosen Pembimbing 2 Meilinda Nurbanasari, Ir.,MT.,Ph.D Dosen Pembimbing 1 WELDI VERDIANSYAH / 122000133 Penulis
Dewasa ini baja perkakas pengerjaan dingin dianggap panting, karena aplikasinya yang cukup luas dibandingkan dengan baja perkakas jenis lainnya. Dalam hal ini terutama baja perkakas seri 0 (kode berdasarkan standar AISI), dimana baja Krupp 2510 termasuk ke dalam seri 01. Baja perkakas AISI 01 banyak dipergunakan untuk proses blanking, punching, tread rolling, forming, shearing, coining dan lain-lain, sehingga harus memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi. Sifat keras dan ketahanan aus yang tinggi ini bisa didapat dengan proses perlakuan panas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh variasi waktu proses perlakuan panas temadap kekerasan, ketahanan aus dan struktur mikro. Proses perlakuan panas yang dilakukan adalah proses pengerasan (hardening) dilakukan pada temperatur 8500C dengan variasi holding time selama 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Kemudian didinginkan secara cepat (Quenching) pada media pendingin oli. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan tempering pada temperatur 5000C selama 180 manit kemudian didinginkan di udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja perkakas AISI 01 memiliki harga kekerasan tertinggi untuk material yang dikeraskan pad a temperatur 850 OC dengan waktu penahanan 60 menit kemudian ditemper pada temperatur 500 oc selama 180 manit yang harga kekerasannya 520,9 Hv. Sedangkan harga kekerasan terendah terdapat pada material awal (tanpa perlakuan panas) yaitu sebesar 196.4 Hv. Dari pengujian ketahanan aus temyata material yang dikeraskan pad a temperatur 850 OC dengan waktu penahanan 60 menit kemudian ditemper pada temperatur 500 OC selama 180 menit memiliki ketahanan aus yang paling tinggi dengan persentase keausan sebesar 0.0087 %. Hasil ini menunjukkan bahwa harga kekerasan berbanding lurus dengan ketahanan ausnya. Pada material awal struktur yang terbentuk adalah karbida bulat pada matrik perlit. Setelah proses pengerasan struktur yang terbentuk adalah karbida bulat pada matrik martensit dan setelah proses temper struktur yang terbentuk adalah karbida bulat pada matrik martemper.