// <![CDATA[PENGUJIAN AMPLITUDO GETARAN ALAT UJI GETAR AKIBAT KETIDK SETIMBANGAN MASSA BOLAK BALIK PADA MEKANISME ENGKOL PELUNCUR EMPAT SILINDER]]> Iwan Agustiawan, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ahmad Muhazir, Ir. MT. Dosen Pembimbing 2 YOSEP MAHRIZAL / 122001049 Penulis
Getaran adalah perpindahan posisi bolak-balik dari suatu titik ke titik yang lain dalam domain waktu dan frekuensi tertentu. Getaran terjadi karena berubah-ubahnya gaya pengeksitasi yang bekeija pada suatu sistem. Getaran termasuk kedalam jenis pembebanan dinamik, dimana pembebanan dinamik lebih membahayakan dari pada pembebanan statik. Baik kepada struktur mesinnya maupun ke operator mesin tersebut.Getaran pada suatu sistem alat uji getar tidak dapat dihindari, tetapi terjadinya getaran pada suatu sistem tersebut dapat diminimalisir. Dirnana pengurangan getaran dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain : ketepatan pemilihan konfigurasi sudut fasa engkol, penyetingan poros engkol yang sempuma, dan lain sebagainya. Pengujian dilakukan untuk mengukur amplituda getaran ujung batang kantilever pada sistem alat uji getar yang terjadi akibat ketidaksetimbangan massa bolak-balik dengan berbagai konfigurasi sudut fasa engkol dan berbagai variasi putaran poros engk:ol. Selain itu agar menambah wawasan mahasiswa tentang suatu getaran yang terjadi dalam kehidupan yang nyata selain getaran yang pernah didapat di meja perkuliahan. Alat ukur yang dipakai pada saat penguJtan adalah stroboskop dan mikrometer, pengujian dilakukan hanya untuk menunjukan amplitudo simpangan linier dari suatu rangkaian alat uji getar saja karena keterbatasan kemampuan dari alat ukur tersebut dengan berbagai konfigurasi sudut fasa engkol dan putaran poros engkol yang bervariasi. Pada saat penguj ian stroboskop berfungsi untuk memberikan sinyal berupa penyalaan Jampu yang diakibatkan oleh putusnyambungnya arus listrik dari connecting dan mikrometer berfungsi untuk pengambilan data simpangan amplitudo tinier pada saat lampu di stroboskop tidak menyala lagi. Sirnpangan amplitudo tinier terbesar terjadi disetiap daerah resonansi dengan berbagai konfigurasi sudut fasa engkol pada saat putaran poros engkol sekitar 1000 rpm. Oleh karena itu terbuktilah bahwa pergerakan bolakbalik torak menimbulkan variasi getaran.