// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENYEBAB KEMACETAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN CILEUNYI - RANCAEKEK]]> Achadiat Dritasto, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 NOVIANA / 2494054 Penulis
Di dalam mewujudkan kegiatan dan peningkatan aktivitas ekonomi, maka mutlak diperlukan prasarana dan sarana dan sudah selayaknya harus diikuti pula dengan pengembangan dan peningkatan prasarana dan sarana transportasi juga. Salah satu yang yang dipandang penting adalah Jalan Raya. Prasarana transportasi darat ini merupakan urat nadi dalam pembangunan yang secara langsung disentuh oleh kehidupan masyarakat. Oleh karena itu lalu lintas jalan raya harus terselen-ggarakan secara lancar dan aman, sehingga perangkutan kendaraan dapat berjalan dengan cepat, aman, tepat, effisien dan ekonomis. Fungsi ruas jalan Cileunyi-Rancaekek adalah sebagai jalan arteri primer, yang menunjukkan bahwa jalan ini diprioritaskan untuk pergerakan regional antar kotalantar propinsi. Namun pada kenyataannya, kondisi lalu lintas di ruas jalan Cileunyi-Rancaekek pada saat melayani pegerakan lokal maupun ulang alik yan cukup tinggi. Hal ini disebabkan adanya pola pergerakan penduduk di daerah studi cenderung memusat ke kawasan kota yang memiliki daya tarik sebagai pusat kegiatan dan pusat pelayanan, sehingga mengakibatkan tingginya beban jalanlvolume lalu lintas yang cukup tinggi. Mengingat pentingnya peranan ruas jalan Cileunyi-Rancaekek, sebagai jalan arteri primer, maka studi yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui penyebab kemacetan yang terjadi di ruas jalan studi, sedangkan sasaran studi yang akan dilakukan adalah mengukurlmengidentifikasikan tingkat pelayanan jalan dan mengukur/mengidentifikasikan penyebab kemacetan yang terjadi di ruas jalan Cileunyi-Rancakek. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan menggunakan perhitungan V/C rasio atau derajat kejenuhan (D/S), sebagai upaya untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan atau Level Of Service (LOS). Untuk ruas jalan Cileunyi-Rancaekek pada kondisi lalu lintas saat ini mempunyai V/C rasio/derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,3 dengan tingkat pelayanan jalan B, tetapi pada saat pengamatan di ruas jalan Cileunyi-Rancaekek telah terjadi penurunan kecepatan kendaraan. Dari hasil analisis tidak menunjukkan adanya kemacetan sedangkan dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa ruas jalan Cileunyi-Rancaekek mengalami kemacetan yang dikarenakan adanya tundaan (delay) , berupa gangguan-gangguan local seperti adanya hambatan samping, variasi kendaraan tak bermotor, kondisi persimpangan dan arah putaran yang terjadi di ruas jalan studi. Di dalam mengatasi kemacetan di ruas jalan Cileunyi-Rancaekek, maka perlu dilakukannya usaha-usaha dalam mengatasi permasalahan tersebut berupa alternative pemecahan masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di ruas jalan Cileunyi-Rancaekek.