// <![CDATA[KAMPANYE MELAWAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ACARA KONSER MUSIK]]> Inko Sakti Dewanto, S.T., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Nashuha Rami Ismail / 332018094 Penulis Wuri Widyani Hapsari, S.Ds., M.Ds. Dosen Pembimbing 2
Pelecehan seksual kerap terjadi di acara musik dan mayoritas korbannya adalah perempuan, dampak dari pelecehan seksual tersebut biasanya mengganggu psikologis korban. Dengan ini diperlukan edukasi lebih untuk masyarakat dan tentunya event organizer untuk lebih peka terhadap fenomena ini. Kampanye melawan pelecehan seksual melalui membuat festival khusus perempuan akan menjadi salah satu ruang aman dan nyaman untuk perempuan pergi ke acara musik tanpa harus mengkhawatirkan akan pelecehan seksual dari laki-laki. Namun, penting untuk diingat bahwa acara musik khusus perempuan hanya satu bagian dari upaya yang lebih luas dalam mengatasi pelecehan seksual. Upaya untuk mengubah budaya dan norma sosial yang mendukung pelecehan seksual harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pendidikan, keluarga, media, dan pemerintah. Selain itu, pendekatan ini juga perlu inklusif dan harus memperhitungkan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh perempuan dari latar belakang yang beragam.