// <![CDATA[PERANCANGAN BANGUNAN “SANGARIUNG EXHIBITION AND CONVENTION” DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI KOTA BANDUNG]]> 0401106101 - Dwi Kustianingrum Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 DIAN HERMAWAN / 212019086 Penulis
Sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Namun, sejak awal tahun 2020, sektor ini mengalami penurunan drastis akibat wabah COVID-19. Perekonomian Indonesia juga terdampak secara signifikan oleh pandemi ini, dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling merasakan imbasnya. Pemberlakuan kebijakan social distancing berskala besar yang berlangsung hingga penurunan kasus COVID-19 mengakibatkan sektor pariwisata redup selama hampir dua tahun, Namun, pada tahun 2024, sektor pariwisata mulai bangkit kembali. Kegiatan seperti konser, pertemuan, pentas seni, dan perkumpulan mulai kembali diadakan. Oleh karena itu, pengembangan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menjadi sangat menguntungkan dan potensial untuk dibangun. MICE juga dapat menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan luar negeri, khususnya di kota Bandung. Menurut peraturan Menteri Pariwisata, Bandung termasuk dalam kota yang berpotensi untuk pengembangan proyek MICE. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus ibu kota provinsi tersebut. Sesuai dengan tujuan di atas maka dirancang bangunan Sangariung Exhibition and Convention yang berada di JL.Soekarno Hatta , Kecamatan Buah Batu. Sangariung Exhibition and Convention akan terdiri dari bangunan utama dan fasilitas pendukung, Adapun untuk bangunan utama terdapat 2 fungsi yaitu Convention dan Exhibition, dengan di lengkapi fasilitas pendukung dengan lantai 1 sebagai area utama dan lantai 2 sebagai area foodcourt seperti café, coffee shop, dan co workingspace..