PENERAPAN ANALOGI ARSITEKTUR PADA PERANCANGAN PELATARAN CULTURAL CENTER DI KOTA BANDUNG
Bangunan dapat mencerminkan identitas atau nilai suatu komunitas melalui simbol yang relevan. Pemanfaatan dari identitas dari komunitas tersebut, mampu mendukung pada sisi budaya dan ekonomi Kota Bandung. Plataran Cultural Center dirancang sebagai wadah pertemuan dari komunitas skala kecil hingga besar. Lokasi perancangan berada di Jl. Jend. Sudirman yang terletak di pusat pelayanan Kota Bandung. Namun, bangunan di kawasan sekitar dinilai kurang merepresentasikan budaya lokal di bidang seni musik. Melalui pendekatan arsitektur analogi dengan menghasilkan bentuk baru yang masih memiliki kemiripan visual pada objek yang dianalogikan dengan budaya, terutama di bidang seni musik sebagai bangunan yang menaunginya. Penerapan pada bentuk bangunan menggunakan penganalogian dari alat musik Saron, seperti penafsiran ornamen pada bentuk detail fasad bangunan dari motif Saron. Dalam perancangannya, metode yang digunakan melalui lima tahapan yaitu persiapan, survey lokasi, studi, pengolahan data, dan perancangan. Bangunan dengan fungsi pertemuan dan pameran ini mampu memberikan pengalaman pada penggunanya dan menjadi ikon wisata kebanggaan bagi masyarakat Kota Bandung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2024).PENERAPAN ANALOGI ARSITEKTUR PADA PERANCANGAN PELATARAN CULTURAL CENTER DI KOTA BANDUNG ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.PENERAPAN ANALOGI ARSITEKTUR PADA PERANCANGAN PELATARAN CULTURAL CENTER DI KOTA BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2024.Text
MLA Style
.PENERAPAN ANALOGI ARSITEKTUR PADA PERANCANGAN PELATARAN CULTURAL CENTER DI KOTA BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2024.Text
Turabian Style
.PENERAPAN ANALOGI ARSITEKTUR PADA PERANCANGAN PELATARAN CULTURAL CENTER DI KOTA BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2024.Text