// <![CDATA[PERANCANGAN GEDUNG KESENIAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR, KOTA BARU PARAHYANGAN, KABUPATEN BANDUNG BARAT]]> 0410087102 - Nur Laela Latifah ST, MT Dosen Pembimbing 1 RIKA NURMALA SARI / 212020149 Penulis
Kota Bandung dan sekitarnya memiliki potensi besar untuk wisata seni dan budaya yang menarik di Indonesia. Keanekaragaman budayanya ditunjukkan dalam seni musik, seni rupa, teater, ataupun yang lainnya. Saat ini, fasilitas gedung kesenian banyak yang kurang memadai dan kurangnya nyaman untuk digunakan acara pertunjukan. Oleh karena itu dengan adanya gedung kesenian menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang mengangkat arsitektur tradisional Sunda dengan sentuhan modern dapat menjadi wadah untuk melestarikan dan mempromosikan kegiatan seni dan budaya, juga pendidikan seni, yang pada akhirnya meningkatkan ekonomi kota Bandung. Lokasi tapak berada di Kota Baru Parahyangan yang merupakan kota mandiri pertama dan terluas di Bandung. Dalam proses perancangan dilakukan penelitian yang berujuan untuk menganalisis kebutuhan dan organisasi ruang yang sesuai dengan karakteristik bangunan gedung kesenian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, karena menghasilkan data deskripsi berupa makna penerapan tema pada bangunan yang dirancang. Hasilnya adalah desain gedung kesenian di Kota Baru Parahyangan yang menerapkan pendekatan arsitektur neo-vernakular dengan harapan dapat menarik minat masyarakat khususnya generasi sekarang agar mendukung terpeliharanya kesenian. Pada desain, ruang dalam gedung ini dirancang untuk fleksibilitas dan dapat disesuaikan dengan berbagai jenis pertunjukan. Ruang publik dan amfiteater juga dipertimbangkan dengan baik untuk meningkatkan interaksi sosial dan mengakomodasi kegiatan seni yang beragam.