// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KELAMBU TIDUR BERDASARKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS]]> Arie Desrianty, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 AGAM RIDHO YATMAN / 132018175 Penulis
PT. Family Sejati Textile menghadapi masalah tingkat produk cacat kelambu tidur yang tinggi, yaitu 0.8% per bulan, melebihi batas toleransi 0.5%. Ini menyebabkan inefisiensi dan merusak citra perusahaan. Penyebab utamanya adalah performa mesin yang tidak optimal dan kinerja operator yang kurang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih mendalam untuk menemukan penyebab cacat dan mencari solusi yang efektif salah satunya dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab produk cacat dan menambah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menetapkan bobot pada setiap kriteria FMEA. Berdasarkan analisis dengan PDPC, tiga failure mode yang paling sulit diperbaiki adalah kain bolong, bahan kain bau tidak sedap, dan sablon tidak sempurna. Usulan perbaikan meliputi pembuatan instruksi kerja untuk perawatan mesin dan pengecekan penyimpanan bahan baku, perbaikan tata letak penyimpanan, peningkatan fasilitas pengukur ketegangan benang di mesin printing, serta penetapan standar ketegangan untuk mesin knitting dan printing.