// <![CDATA[ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN CABANG PABRIK TAHU ISUR]]> 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 FRANSISCA OLIVIA MULRANTO PUTRI / 132020087 Penulis
Badan Pusat Statistik mengatakan, konsumsi tahu per kapita selama satu minggu di Indonesia pada tahun 2007 hingga 2023 adalah sebesar 0,15 kg yang setara dengan 3 buah tahu per minggu. Hal ini menjadi peluang bagi pabrik tahu Isur untuk mengembagkan usahanya. Pabrik tahu Isur merencanakan membuka cabang pabrik tahu di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang. Hal ini dilakukan oleh pabrik tahu Isur agar dapat menjangkau konsumen yang lebih banyak di daerah yang sedang melakukan pembangunan perumahan. Metode Analisis Kelayakan Bisnis dilakukan untuk mengetahui kelayakan rencana bisnis dari 5 aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan operasi, aspek legalitas dan lingkungan, aspek manajemen, organisasi, dan sumber daya manusia, aspek finansial, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa cabang pabrik ini memiliki potensi untuk berkembang dan memiliki konsumen. Payback Period diinvestasikan selama 3,81 tahun dengan nilai NPV sebesar Rp.170.617.818 dan nilai IRR sebesar 38% lebih besar dari MARR. Kata kunci : Analisis Kelayakan Bisnis, Tahu, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return.