// <![CDATA[PENGARUH ROASTING MENGGUNAKAN ARANG BATOK KELAPA TERHADAP PEROLEHAN NIKEL SULFAT PADA LEACHING BIJIH NIKEL LIMONITE MENGGUNAKAN ASAM SULFAT]]> 0417057301 - Dr. Dyah Setyo Pertiwi, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Irfan Darmawan / 142020003 Penulis Hendrika Octaviani Nggeang / 142020033 Penulis Haekal Ahsan / 142020039 Penulis
Perkembangan zaman dan majunya dunia industri saat ini menyebabkan produksi nikel terus meningkat yang berpotensi mengakibatkan penurunan jumlah cadangan nikel sulfida global. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan nikel laterit sebagai sumber nikel, meskipun kandungan nikelnya lebih rendah dibandingkan dengan nikel sulfida. Bijih nikel laterit yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Palu, Sulawesi Tengah. Proses roasting dilakukan pada bijih nikel sebelum dilakukan proses leaching. Agen roasting yang digunakan adalah arang batok kelapa. Proses roasting dilakukan pada suhu yang berbeda yaitu 340°C, 390°C, 440°C dan 600°C selama 30 menit untuk mengubah fasa mineral goethite menjadi hematit untuk melepaskan nikel dari ikatannya dengan besi. Setelah proses roasting, selanjutnya dilakukan leaching menggunakan asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi 0,5M pada suhu 80°C. Pada penelitian ini juga dilakukan percobaan pendahuluan berupa leaching tanpa roasting dengan variasi konsentrasi yang sama. Berdasarkan pengujian diketahui bahwa percobaan tanpa roasting dengan konsentrasi 0,5 M selama 30 menit menghasilkan perolehan nikel sulfat sebesar 80,82%. Sedangkan dengan variasi yang sama pada percobaan menggunakan roasting pada suhu 440°C, nikel sulfat yang terekstrak sebesar 90,66%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses roasting memberikan hasil perolehan nikel sulfat yang lebih baik dibandingkan dengan percobaan tanpa roasting. Ekstraksi 1 kg bijih nikel tanpa roasting dapat memperoleh nikel sebesar 15,22 g dan dengan roasting meningkat menjadi 17,07 g. Kata Kunci: Nikel laterit, roasting, arang batok kelapa, leaching, H2SO4.