// <![CDATA[PEMBUATAN BIOETANOL SECARA FERMENTASI DARI BIOMASSA KAYU POHON PINUS MELALUI PROSES HIDROLISIS ASAM DAN ENZIMATIS]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Andhini Putri Fitriani / 142020027 Penulis Syayah Dhini / 142020029 Penulis
Kayu pinus saat ini banyak dimanfaaatkan sebagai bahan furniture yang memiliki nilai kurang unggul dibandingkan dengan kayu lain. Pohon Pinus mengandung selulosa yang tinggi sebesar 53,109% yang berpotensi untuk dijadikan bioetanol. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari biomassa kayu pohon pinus melalui proses hidrolisis dan fermentasi. Tujuan khususnya, yaitu untuk menentukan proses hidrolisis terbaik antara hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatis dari kayu pohon Pinus merkusii berdasarkan nilai glukosa yang diperoleh. Parameter untuk tahap hidrolisis adalah ukuran kayu pohon pinus 40/60 mesh untuk hidrolisis enzimatis temperatur 35°C, mikroorganisme Trichoderma reseii, hidrolisis asam waktu 90 menit dengan asam H2SO4. Tahap fermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae, dengan waktu 3 hari, temperatur 25°C-30°C, dan pH 4-5. Variabel yang digunakan adalah jenis hidrolisis, yaitu asam dan enzimatis, konsentrasi asam pada hidrolisis asam 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%, temperatur hidrolisis asam 90°C, 100°C dan 110°C, dan waktu hidrolisis 24 jam, 48 jam, dan 72 jam untuk hidrolisis enzimatis. Berdasarkan hasil penelitian didapat glukosa sebesar 0,0527 g/mL dari hidrolisis asam terbaik dengan konsentrasi asam 10% pada suhu 110°C dengan perolehan %yield glukosa terhadap massa kayu pinus umpan sebesar 51,25%. Glukosa sebesar 0,0195 g/mL dari hidrolisis enzimatis terbaik dengan suhu hidrolisis 35ºC dan waktu hidrolisis 72 jam, didapat perolehan %yield glukosa terhadap massa kayu pinus umpan sebesar 4,69%. Proses fermentasi menggunakan glukosa umpan dari hasil hidrolisis asam terbaik dengan perolehan konsentrasi bioetanol dari proses fermentasi 13,33% v/v, %yield bioetanol terhadap massa selulosa sebesar 38,92%, %yield bioetanol terhadap massa kayu pinus umpan sebesar 19,14% menggunakan batch fermentor dengan sistem free cell. Kata kunci: bioetanol, fermentasi, hidrolisis, kayu pinus, selulosa