// <![CDATA[KINERJA CAMPURAN AC-WC DENGAN ASPAL PG-76 DAN GRADASI KP 14 TAHUN 2021 MELALUI PENGUJIAN INDIRECT TENSILE STRENGTH]]> 0418068703 - Barkah Wahyu Widanto, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 NURUL FAUZIAH / 222022256 Penulis
Bandara merupakan fasilitas transportasi umum dengan salah satu permasalahan yang terjadi yaitu rusaknya perkerasan pada landas pacu, contohnya adanya retakan ataupun deformasi yang disebabkan dari pembebanan yang berlebihan (overload) dan material campuran beraspal yang digunakan kurang baik. Permukaan yang sering bersentuhan secara langsung dengan roda pesawat ini merupakan lapisan asphalt concrete wearing coarse (AC-WC). Campuran beraspal modifikasi dengan gradasi AC memiliki nilai stabilitas yang cukup tinggi jika menggunakan aspal PG-76 FR. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik aspal PG-76 serta kinerja campuran AC-WC dengan aspal PG-76 dan gradasi KP 14 Tahun 2021 sesuai pengujian Indirect Tensile Strength. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian Indirect Tensile Strength pada 2 kondisi yaitu benda uji terkondisi dan tidak terkondisi. Material untuk campuran AC-WC ini menggunakan persyaratan KP 14 Tahun 2021, dimana spesifikasi tersebut mengatur teknis pekerjaan fasilitas sisi udara bandar udara yang digunakan di Indonesia. Campuran AC-WC dengan aspal PG-76 dan gradasi KP 14 Tahun 2021 didapatkan nilai KAO 6%. Pengujian Indirect Tensile Strength didapat hasil pada benda uji terkondisi sebesar 935 kPa atau 0,94 MPa dan benda uji tidak terkondisi sebesar 1119 kPa atau 1,12 MPa. Perbandingan nilai kedua benda uji atau Tensile Strength Ratio (TSR) pada 2 kondisi yaitu sebesar 84% dimana nilai tersebut memenuhi persyaratan yaitu minimum 80%. Berdasarkan hasil uji Indirect Tensile Strength, jenis pola retak yang terjadi pada kedua kondisi ini adalah combination. Nilai modulus resilien didapatkan hasil perhitungan untuk benda uji terkondisi sebesar 733 MPa dan benda uji tidak terkondisi sebesar 1050 MPa.