// <![CDATA[Studi Kelayakan dan Optimasi Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung]]> 0408066601 - Dr. Ir. Rachmawati S.Dj., M. Env. Stud Dosen Pembimbing 1 Nasharah Syifa Rosidha / 252017002 Penulis
Sistem drainase di Kecamatan Dayeuhkolot belum efektif dalam menanggulangi banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya. Hal tersebut, disebabkan oleh penyumbatan sampah di saluran drainase, sedimen yang menumpuk di badan sungai, dan perubahan tata guna lahan. Sistem drainase dan kolam retensi yang telah diterapkan di kecamatan tersebut belum cukup optimal untuk dapat menangani masalah banjir. Oleh karenanya, diperlukan alternatif lain, seperti sumur resapan dan rainwater harvesting. Drainase berwawasan lingkungan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penurunan resiko banjir, akan tetapi dapat juga digunakan untuk cadangan air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Pembagian wilayah sub-catchment drainase dilakukan dengan cara delineasi daerah aliran sungai (DAS) yang melewati Kecamatan Dayeukolot. Berdasarkan hasil delineasi terdapat 3 kelurahan yang menjadi area pelayanan anak Sungai Cikapundung dan Cipalasari, yaitu Pasawahan, Sukapura, dan Citereup. Kelurahan tersebut merupakan daerah rawan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. Hasil evaluasi sistem drainase terdapat 161 saluran eksisting yang lebih kecil dari saluran perhitungan. Prasaranan drainase berwawasan lingkungan yang direncanakan yaitu, 22.092 unit rainwater harvesting dan 10.565 unit sumur resapan. Jumlah biaya yag dibutuhkan untuk perbaikan sistem drainase dan penerapan prasarana drainase berwawasan lingkungan, yaitu sebesar Rp 171.782.233.543,64. Kata Kunci: sistem drainase, banjir, delineasi daerah aliran sungai, drainase berwawasan lingkungan.