// <![CDATA[IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK TERLARUT DALAM AIR TANAH SEBAGAI INDIKATOR PENCEMARAN DARI FASILITAS SANITASI YANG TIDAK AMAN DI KOTA SUKABUMI]]> 0403047803 - Moh Rangga Sururi., S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 RISYA PUTRI HADIANI / 252017024 Penulis
Pencemaran air tanah dangkal akibat senyawa organik terlarut dari limbah domestik menjadi masalah lingkungan yang signifikan, terutama di daerah perkotaan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi senyawa organik terlarut (DOM) dalam air tanah dangkal di Kota Sukabumi, dengan fokus pada perbedaan karakteristik di Kecamatan Baros dan Kecamatan Citamiang yang memiliki risiko sanitasi berbeda. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengukuran Colored Dissolved Organic Matter (CDOM) melalui uji laboratorium untuk menentukan konsentrasi DOM dan hubungan antar parameter fisika-kimia air tanah, seperti pH, suhu, kekeruhan, dan daya hantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam karakteristik CDOM antara kedua kecamatan. Di Kecamatan Baros, CDOM didominasi oleh bahan organik aromatik yang cenderung berasal dari aktivitas manusia, sedangkan di Kecamatan Citamiang, CDOM menunjukkan tanda-tanda dekomposisi lebih lanjut, mengindikasikan proses biogeokimia yang berbeda. Parameter fisika-kimia seperti pH dan suhu memiliki hubungan positif dengan oksidasi bahan organik, sementara asiditas dan ammonium menunjukkan hubungan negatif dengan konsentrasi CDOM. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme pencemaran air tanah dangkal di wilayah yang berbeda risiko sanitasi, serta menekankan pentingnya strategi pengelolaan yang tepat untuk mengurangi dampak dari fasilitas sanitasi yang tidak aman. Kata Kunci : Senyawa Organik Terlarut, CDOM, Air Tanah, Kota Sukabumi