// <![CDATA[PEMANFAATAN GAS METANA (CH4) DARI TPA CONTROLLED LANDFILL SEBAGAI SUMBER ENERGI (STUDI KASUS :]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Devitri Damanik / 252017077 Penulis
Kabupaten Bandung Barat memiliki satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih beroperasi sejak didirikan pada tahun 2006 hingga kini yaitu TPA Sarimukti. Pengelolaan dan penimbunan sampah yang masuk tersebut dapat menimbulkan resiko pembentukan gas CH4 dari hasil degradasi bahan organik. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi akibat sampah tersebut, dapat dilakukan berbagai upaya agar sampah dapat menjadi sumber energi alternatif berupa pemanfaatan menjadi energi listrik. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi emisi gas CH4, menghitung potensi energi listrik serta melakukan desain pipa penangkap gas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa emisi gas CH4 yang dihasilkan dari timbulan sampah menggunakan model Landfill Gas Emissions Model (LandGEM) mengalami kenaikan setiap tahunnya, dimana emisi tertinggi berada pada tahun 2029 yaitu sebesar 15.282.344,612 m3 /tahun. Berdasarkan perhitunngan potensi energi listrik yang dihasilkan dari pemanfaatan emisi CH4 pada tahun 2029 yaitu sebesar 2,41 MWh. Sistem penangkap gas CH4 di TPA Sarimukti dilakukan secara horizontal dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain rancangan pengelolaan gas CH4 menggunakan pipa penangkap gas CH4 sebanyak 430 pipa, 5 line pipa distribusi, 1 unit pemurni gas, 1 buah kompresor, 1 tangki penampung gas, dan 1 unit generator set. Kata Kunci: Gas metana, LandGEM, pipa gas metana, sistem horizontal, TPA Sarimukt